nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Guguran Lava Keluar dari Merapi sejak Kemarin hingga Tadi Pagi

Antara, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 10:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 14 510 2029776 dua-guguran-lava-keluar-dari-merapi-sejak-kemarin-hingga-tadi-pagi-APZrjGvhrh.jpg Guguran lava pijar dari Gunung Merapi. (Foto: Hendra Nurdiyansyah/foc/Antaranews)

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali guguran lava pijar meluncur dari Gunung Merapi ke arah hulu Kali Gendol berdasarkan pemantauan pada Rabu 13 Maret hingga Kamis pagi ini.

Mengutip dari Antaranews, Kamis (14/3/2019), BPPTKG melalui akun Twitter-nya menyebutkan dua kali guguran lava yang memiliki jarak luncur 600–650 meter itu terpantau berdasarkan periode pengamatan melalui CCTV sejak Rabu pukul 18.00 WIB sampai Kamis pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan visual pada Selasa 12 Maret 2019, tercatat satu kali awan panas guguran keluar dan asap solfatara warna putih dengan intensitas tipis setinggi 20 meter terpantau di atas puncak gunung api teraktif di Indonesia itu.

Dalam periode pengamatan tersebut, BPPTKG mencatat satu kali gempa awan panas guguran, 45 kali gempa guguran, 3 kali gempa embusan, 7 kali gempa frekuensi rendah, 8 kali gempa hybrid, dan 3 kali gempa vulkanik dangkal.

(Baca juga: Gunung Merapi Masih Waspada, Kemarin Digoyang 48 Kali Gempa)

Berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava gunung api itu mencapai 461.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari.

Kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Lalu untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

(Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas dan 7 Kali Lava Pijar)

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas guguran dengan jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini