nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Warga Ponorogo, Ada Ratusan Santri di Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 14:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 519 2029917 selain-warga-ponorogo-ada-ratusan-santri-di-ponpes-miftahu-falahil-mubtadiin-50i6gHfIKg.jpg Polisi Bersama MUI dan Ulama Meluruskan Isu Kiamat Sudah Dekat (foto: Avirista M/Okezone)

MALANG - Beredarnya kabar adanya puluhan warga Ponorogo yang pindah ke salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Miftahu Falahil Mubtadiin dibenarkan oleh kepolisian bersama jajaran tokoh ulama Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengungkapkan aktivitas mondok itu merupakan hal yang biasa dijumpai tiga bulan menjelang Ramadhan dan sudah berjalan tiga tahun.

(Baca Juga: Viral 52 Warga Ponorogo Pindah ke Malang Gara-Gara Isu Kiamat, Ini Faktanya) 

Dari hasil penelusuran kepolisian, jajaran tokoh ulama setempat, dan laporan pengurus Ponpes memang ada beberapa warga tak hanya dari Ponorogo tapi juga daerah lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Total ada 573 santri dari jumlah itu ada 177 KK (Kepala Keluarga) yang nyantri di sana. Dari KK itu yang tinggal di Ponpes ada 132 KK, sedang yang tinggal di luar ada 45 KK. Ini data dari pengurus Ponpes," beber Budi Hermanto.

Polisi Bersama MUI dan Ulama Meluruskan Isu Kiamat Sudah Dekat (Foto: Avirista M/Okezone)	 

Sementara ada 396 santri yang tidak berkeluarga sedang mondok di Ponpes yang terletak di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, 277 santri tinggal di dalam Ponpes, sementara 119 santri tinggal di luar Ponpes.

"Santri ini berasal dari Kasembon 51 orang, Kediri 106 orang, Lampung 50 orang, Ponorogo 42 orang, Jember 63 orang, Boyolali 45 orang, Sukoharjo, Karanganyar Jawa Tengah, Tuban, Blitar, Ngawi, Tulungagung, Surabaya, Jombang, Mojokerto, Nganjuk, Magelang dan Ngasem (Kediri), " lanjutnya.

(Baca Juga: Heboh Kiamat Sudah Dekat, MUI Bantah Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin Sebarkan Ajaran Sesat) 

Di sisi lain pengasuh Ponpes Miftahu Fallahil Mubtadiin, KH. Muhammad Romli menerangkan di Ponpesnya ada program triwulan menjelang Ramadhan untuk mondok.

"Jadi program triwulan pengajian ini sudah berlangsung selama tiga tahun. Memang ada hadist yang menerangkan salah satu tanda kiamat kedatangan meteor di bulan Ramadhan. Jadi kita istilahnya mendekatkan diri, setelah bulan Ramadhan kalau terjadi apa-apa mereka ya pulang masing-masing," ucap dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini