nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tahan Seorang Pria Usai Penembakan di Masjid Selandia Baru

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 11:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 18 2030288 polisi-tahan-seorang-pria-usai-penembakan-di-masjid-selandia-baru-XmLEgrQFJE.jpg Seorang pria menelepon dari jalanan di seberang Masjid Al-Noor, Christchurch yang menjadi lokasi penembakan, 15 Maret 2019. (Foto: AP)

WELLINGTON – Kepolisian Selandia Baru mengatakan pihaknya telah menangkap seorang pria menyusul insiden penembakan yang terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Polisi juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam peristiwa berdarah itu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pria yang mengenakan pakaian militer dan membawa senapan otomatis melepaskan tembakan ke arah para jamaah di Masjid Al Noor pada Jumat.

BACA JUGA: Terdengar Lebih dari 20 Tembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru saat Salat Jumat

Berdasarkan keterangan saksi mata Ahmad al-Mahmoud, pelaku memasuki masjid sekira 10 menit setelah salat Jumat dimulai dan “menembakkan puluhan, jika bukan ratusan peluru”.

Penembakan juga dilaporkan terjadi di masjid kedua di wilayah Linwood di pinggiran kota.

Polisi mengatakan mereka telah menahan seorang pria terkait penembakan itu, namun mereka belum bisa memastikan apakah ada orang lain yang juga terlibat. Mereka juga mengonfirmasi bahwa ada korban jiwa dalam kedua insiden penembakan tersebut, meski tidak memberi penjelasan lebih lanjut.

BACA JUGA: Penembakan Masjid Christchurch, Beberapa Korban Dilaporkan Tewas

"Sejauh yang kami tahu, korban jiwa terjadi di dua masjid,” kata Komisaris Polisi Selandia Baru, Mike Bush sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (15/3/2019).

Menyusul kejadian ini, polisi menyarankan warga untuk menjauhi masjid-masjid untuk sementara waktu sampai situasi terkendali. Masjid-masjid juga diminta untuk menutup pintunya dan meningkatkan kewaspadaan.

Polisi menyarankan warga untuk tetap berada di dalam rumah dan telah menjaga ketat semua sekolah dan gedung pemerintah.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan, insiden itu menandai salah satu hari tergelap dalam sejarah negaranya.

"Meski saya tidak bisa memberikan konfirmasi mengenai kematian dan korban, saya bisa mengatakan ini adalah salah satu hari paling gelap bagi Selandia Baru. Ini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata Ardern.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini