nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Romi Kena OTT KPK, TKN Jokowi: Bukti Pemerintah Tidak Intervensi Hukum

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 15:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 337 2030454 romi-kena-ott-kpk-tkn-jokowi-bukti-pemerintah-tidak-intervensi-hukum-BNddmKhLwS.jpg Ketua Umum PPP, Romi (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin terkejut mendengar kabar Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi terkena operasi senyap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). TKN mendoakan agar Romi diberi kekuatan menjalani kasus yang menjeratnya.

Direktur Konten TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Fikri Satari mengatakan, pihaknya tetap mendukung kasus tersebut dan diproses oleh komisi antirasuah itu.

"Betapa pun prihatinnya kami, kami akan tetap mendukung agar kasus hukum ini dapat berjalan dan ditegakkan," kata Fikri saat jumpa pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

 sd

Menurut Fikri, penangkapan Romi ini merupakan jawaban bahwa pemerintah tidak pernah mengintervensi kasus hukum yang dilakukan oleh siapapun, termasuk orang dekat Jokowi.

Romi diketahui ketua umum partai pendukung Jokowi. Ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. Dalam beberapa kesempatan, Romi dan Jokowi tampak terlihat bersama.

"Ini juga merupakan jawaban bagaimana pemerintah saat ini tidak mengintervensi proses hukum dari siapapun dan berlaku kepada seluruh warga Indonesia," jelas Fikri.

Fikri menambahkan, kasus penangkapan Romi adalah kasus pribadi dan tidak berkaitan dengan Pilpres. Karenanya ia meminta agar kasus tersebut dikaitkan dengan urusan politik.

"Ini adalah murni kasus pribadi, tidak berkait dengan pilpres," imbuh dia.

sd 

TKN, lanjut dia, mendorong proses hukum ini dapat berjalan dengan baik dan transpran.

"Kami doakan saudara Romahurmuziy dan keluarga dapat menjalani proses ini dengan kuat dan semoga proses bisa berjalan dengan seadil-adilnya dan mengedepankan azas praduga tak bersalah," ucap Fikri.

Seperti diketahui, Romahurmuziy dan empat orang lainnya terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dari beberapa orang yang diciduk, beberapa di antaranya berasal dari pejabat Kementerian Agama (Kemenag). Kelimanya ditangkap setelah diduga melakukan‎ transaksi suap terkait jual-beli jabatan di Kemenag baik di pusat maupun daerah.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini