nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Asal Klaten Diamankan Densus 88, Diduga Ikut Jaringan Teroris

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 00:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 512 2030192 perempuan-asal-klaten-diamankan-densus-88-diduga-ikut-jaringan-teroris-pananM66Eh.jpg Ilustrasi.

KLATEN - Seorang warga Klaten terpaksa diamankan polisi untuk dimintai keterangan karena disinyalir berhubungan dengan sebuah jaringan teroris yang diikutinya melalui media sosial.

Informasi yang berhasil dihimpun Okezone, warga Klaten yang terpaksa diamankan polisi tersebut seorang perempuan berinisial YW (35), tinggal di Dukuh Desan Wetan, RT 5/2, Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

"YW diamankan dari kediaman orangtuanya sekira Pukul 17.00 WIB di rumah orangtua YW," jelas salah satu sumber Okezone yang namanya tak mau disebutkan, Kamis (14/3/2019).

Ilustrasi.

Masih dari sumber tersebut, YW ditangkap saat hendak pulang ke Jakarta setelah beberapa hari berada di kampung halamannya, Klaten.

(Baca juga: Seorang Terduga Teroris Ditangkap saat Sedang Makan di Riau)

Sebelum diamankan yang diduga dilakukan oleh Tim Dentasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, tim yang didampingi Ketua RT 05, Jangkung Sudono (45) dan Ketua RW 02, Mujiyono terlebih dahulu bertemu dengan pihak keluarga YW, berinisial S (63).

Menurut sumber tersebut, saat ditanya oleh polisi, YW tak mau memberikan keterangan apapun. Malah sebaliknya YW mencelupkan HP miliknya ke dalam air.

"YW enggan menjawab pertanyaan kepada dirinya. Malah sebaliknya HP miliknya itu dicelupkan ke dalam air," ujarnya.

Selain membawa YW ke Polres Klaten, polisi juga mengamankan barang bukti berupa HP dan sisa isolasi 1 plastik.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian menyangkut diamankannya YW. Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi belum menjawab ketika dihubungi Okezone.

Diamankannya YW membuat warga mendatangi kediaman yang bersangkutan. Karena banyaknya warga yang berkerumun, Kapolsek Jogonalan beserta anggotanya memberi imbauan kepada masyarakat untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini