Jokowi: Rugi Besar karena Urusan Politik Jadi Terpecah-pecah

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 22:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 605 2030690 jokowi-rugi-besar-karena-urusan-politik-jadi-terpecah-pecah-e0Z90zFaOf.jpg Presiden Jokowi (Foto: Robert Fernando)

SUMUT - Usai blusukan ke 'Onan' (pajak) Balige dan menyerahkan ribuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) didampingi ibu negara Iriana bersama rombongan bertolak ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut, Jumat (15/3/2019).

Presiden Jokowi di Kabupaten Humbahas kembali melakukan blusukan ke 'Onan' Dolok Sanggul, Humbahas. Ribuan masyarakat yang memadati 'Onan', begitu antusias menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.

(Baca Juga: BPN Prabowo-Sandi Gelar Rapat Konsolidasi

Terlihat masyarakat berebut ingin bersalaman dan berswafoto dengan Jokowi. Beberapa warga yang beruntung berhasil berswafoto tampak gembira. Selesai menyapa masyarakat dan pedagang, Jokowi berkeliling 'Onan' dan membeli 'Ulos Batak'. Tidak mau kalah, ibu Negara Iriana juga berbelanja buah buahan dan kacang.

Usai berkeliling 'Onan', Presiden Jokowi dan rombongan menuju Masjid Raya Al-Amin di Humbahas untuk melaksanakan Salat Jumat.

Jokowi 

Presiden Jokowi menyatakan, perbedaan yang ada, baik itu beda suku, adat, tradisi maupun bahasa daerah, merupakan anugerah Allah SWT, yang patut disyukuri.

"Seperti di sini (Dolok Sanggul) disambut 'Horas'..ditempat lain beda lagi bahasanya," kata Jokowi dalam sambutannya, usai mengikuti shalat Jumat di Masjid Raya Al-Amin Dolok Sanggul, Humbahas.

Menurut Jokowi, jangan sampai perbedaan yang ada menjadi penyebab perpecahan. Sebab, perbedaan sudah menjadi Sunatulla (ketetapan Allah).

"Beda pilihan, persaudaraan menjadi renggang, kemasyarakatan pecah, Majlis Taklimya ngak saling ngomog gara-gara pemilihan," ujar Jokowi.

(Baca Juga: Prabowo Akan Lepas Saham Mayoritas Perusahaannya Jika Jadi Presiden

Aset besar bangsa, sebut Jokowi, ada pada persatuan. Modal besar terbesar bangsa kerukunan dan persaudaraan, baik Ukhuwah Islamiyah maupun Ukhuwah Wathoniyah.

"Rugi besar kita, karena urusan politik memilih Bupati, Gubernur bahkan Presiden, mau terpecah-pecah. Jangan sampai. Silakan memilih pilihannya dengan rasionalitas dan hati nurani. Namun, negara tetap terjaga dengan persatuan dan kerukunan," ujar Jokowi.

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini