PELABUHAN Sunda Kelapa memiliki sejarah panjang bagi Kota Jakarta. Di pelabuhan ini, selain menjadi objek wisata, juga menjadi tempat kehidupan bagi nelayan yang tinggal di sekitarnya. Dari seberang kapal pinisi, tampak perahu nelayan berjajar rapi. Mereka kebanyakan menggantungkan hidupnya dari mencari ikan, udang, dan hasil laut lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sore itu, salah seorang nelayan, Kadila (38) tampak sedang menjemur ikan asin hasil tangkapannya beberapa hari lalu. Ada dua buah kantong ikan asin yang terbuat dari jaring yang tergantung di atas perahu. Hari itu Kadila tidak melaut mencari ikan maupun udang untuk dijual. Ia hanya merenung sambil membetulkan jaring-jaringnya yang sobek.
Kadila mengeluh, sudah tiga bulan terakhir sulit mendapat udang atau ikan di sekitaran laut Pelabuhan Sunda Kelapa maupun Ancol. "Sekarang sudah susah cari udang atau ikan," kata dia mengawali perbincangan dengan Okezone di atas perahunya, belum lama ini.

Dibanding tahun lalu, menurutnya, kali ini adalah masa yang paling sulit baginya. Boro-boro bisa menjual ke pelelangan, hasil tangkapannya itu bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar perahu yang dikeluarkan setiap hari. Atas dasar itulah dirinya hanya berada di perahu dan tidak melaut.
Dua hari lalu seperti biasa, ia keluar pukul 04.00 WIB untuk mencari udang di sekitaran Pelabuhan Sunda Kelapa, namun tak satupun udang bisa didapat. Alhasil, ia hanya pulang dengan tangan kosong tanpa membawa apapun. Tahun lalu, kata Kadila hasil tangkapannya lebih baik dibandingkan tahun ini.
Hasil tangkapannya itu kemudian ia jual di Ancol sebelum pulang ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Menurutnya, berjualan di Ancol harganya jauh lebih tinggi dibandingkan ke pelelangan atau ia sebut 'Plele'. Plele sendiri merupakan tengkulak udang dan ikan.
"Kalau jual ke plele lebih murah dibanding Ancol misal di Ancol bisa jual 100 di plele 50.000 karena harga yang nentuin plelenya mau enggak segitu," kata Kadila menirukan ucapan plele saat menawar hasil tangkapannya.
Namun demikian, harga itu tergantung dengan kondisi ukuran besar kecilnya udang tersebut. Jauh sebelum kondisi udang sepi seperti saat ini dirinya kerap menjual kepada tengkulak, namun itu sudah tidak terjadi lagi karena hasil tangkapan yang semakin berkurang.