Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mereka yang Menaruh Harapan di Pelabuhan Sunda Kelapa

Muhamad Rizky , Jurnalis-Sabtu, 16 Maret 2019 |11:38 WIB
Mereka yang Menaruh Harapan di Pelabuhan Sunda Kelapa
Uding, pengojek sampan di Pelabuhan Sunda Kelapa. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)
A
A
A

Ojek sampan di Pelabuhan Sunda Kelapa

Pesona Kapal Pinisi yang erat akan nilai sejarah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung untuk sekadar selfie atau swafoto bahkan tak jarang di antara mereka juga banyak melakukan foto pra wedding di lokasi tersebut. Salah satu yang juga tak boleh ketinggalan apabila berkunjung ke lokasi ini adalah ojek sampan.

Setiap pengunjung yang hendak naik ojek sampan itu harus merogoh kocek Rp50.000 per orang. Namun, untuk menaiki ini sangat disarankan agar dilakukan pada waktu sore hari, sebab hal itu akan menambah kesan menarik di sisi lain kondisi matahari yang tidak terlalu terik akan membuat perjalanan sangat menyenangkan.

Uding, pengojek sampan di Sunda Kelapa (foto : Muhammad Rizky)

Salah seorang ojek sampan, Uding (54) asal Sulawesi Selatan mengatakan, sudah puluhan tahun menjadi pengemudi sampan. Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai ABK kapal. Namun, usia yang semakin menua ditambah bayaran yang kurang mencukupi, membuat Uding beralih menjadi tukang ojek sampan.

Setiap hari tidak tentu berapa orang yang bisa naik ke sampannya itu. Namun menurutnya, paling banyak pengunjung pada hari libur atau Sabtu, Minggu. "Untungnya ini sudah sampan (milik) sendiri, bukan nyewa lagi. Jadi tidak ada pikiran untuk bayar sewa, paling beli bahan bakar," tuturnya kepada Okezone.

Uding, pengojek sampan di Sunda Kelapa (foto : Muhammad Rizky)

Pemandangan dari atas sampan mengelilingi Pelabuhan Sunda Kelapa sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kita bisa menyaksikan langsung bagaimana berjajarnya kapal pinisi dari atas sampan yang tidak banyak dilihat orang. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan menaiki sampan tersebut.

Sayangnya, kondisi air yang banyak sampah dan air laut yang kotor mengurangi keindahan Pelabuhan Sunda Kelapa. Sesekali baling-baling sampan kerap tersangkut sampah sehingga membuat Uding berkali-kali membersihkan sampah. Terlepas dari itu, pengalaman yang dialaminya bisa terbayar dengan penghasilan yang diperoleh, meski tak seberapa.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement