nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketumnya Kena OTT KPK, PPP Mohon Maaf kepada Kader dan Masyarakat

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 15:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 16 337 2030866 ketumnya-kena-ott-kpk-ppp-mohon-maaf-kepada-kader-dan-masyarakat-LjK899dOIH.jpg DPP PPP konpers soal OTT terhadap Ketum Romahurmuziy. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta maaf kepada seluruh kader dan masyarakat terkait penangkapan Ketua Umum Romahurmuziy (Romi) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

"Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mohon maaf kepada seluruh jajaran partai, para konstituen akar rumput dan para pemilih PPP serta masyarakat luas pada umumnya," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani saat konfrensi pers di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Arsul mengatakan, permohonan maaf itu dilakukan lantaran terjadi peristiwa itu. Ia mengaku pihaknya di DPP sama sekali tidak mengetahui kasus tersebut.

Ketum PPP Romahurmuziy. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

"Tidak ada satupun kebijakan partai yang pernah kami utusan yang pernah kami setujui agar pejabat partai, ketua umum dan yang lain-lainnya termasuk saya, yang menoleransi hal-hal yang sifatnya melanggar hukum yang terutama hal-hal yang dipandang sebagai sebuah kejahatan serius di negara ini. Sekali lagi untuk itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," tutur Arsul.

Sebelumnya, Arsul juga menyampaikan akan menyerahkan dan menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh KPK terhadap Romi.

"Kami percaya bahwa KPK akan melakukan proses hukum itu secara adil secara fair dan juga tentu tetap menghargai asas praduga tak bersalah sebagaimana yang ada juga dalam sistem hukum pidana," tuturnya.

Adapun lanjutnya terkait kejadian ini, pihaknya tidak memandang negatif terhadap apa yang dilakukan KPK tersebut. Untuk itu pihaknya juga telah meminta kepada seluruh jajaran partainya agar menghormati proses hukum dan tidak melakukan hal yang bisa menghambat objektivitas KPK dalam memproses kasus itu.

(Baca Juga : Kena OTT KPK, Romi: Saya Dijebak)

"Kita hormati KPK sebagai sebuah lembaga penegak hukum yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk melakukan penegakan hukum di bidang tindak pidana korupsi," ucapnya.

(Baca Juga : Usai Ditetapkan Tersangka, Romi Langsung Dijebloskan ke Penjara)

(erh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini