Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Paotere, Pelabuhan Legendaris yang Tetap Eksis Jadi Gerbang Ekspor Komoditi Kawasan Timur

Herman Amiruddin , Jurnalis-Sabtu, 16 Maret 2019 |12:35 WIB
Paotere, Pelabuhan Legendaris yang Tetap Eksis Jadi Gerbang Ekspor Komoditi Kawasan Timur
Kondisi Pelabuhan Paotere, Makassar (foto: Herman Amiruddin/Okezone)
A
A
A

MAKASSAR - Pelabuhan Paotere menjadi salah satu tempat bersandarnya kapal-kapal kecil dan kapal barang yang hendak menuju ke Makassar. Pelabuhan ini terletak di Jalan Sabutung Baru, sebelah utara Kota Makassar yang terletak di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pelabuhan ini juga sejak dulu kala menjadi tempat bersandarnya kapal phinisi atau kapal tradisional yang terbuat bahan kayu. Saat itu sebelum penjajahan belanda dan tetap eksis sampai sekarang ini. Sejak jaman nenek moyang orang Bugis-Makassar di pelabuhan Paotere ini menjadi salah satu pintu gerbang ekspor pengiriman beragam komoditi dari kawasan timur Nusantara ke Mancanegara.

 

Barang-barang komoditi seperti kopi, damar, beras, dan hasil bumi lainnya, didukung dengan cap 'Haven Makassar', diangkut di pelabuhan ini oleh kapal Pinisi yang saat ini memuat tiga kali lebih besar dari ukurannya sekarang.

Nakoda Kapal Barang M Nur Muhammad (50) mengatakan, ditiapharinya yang bekerja mengirim barang seperti bawang. Bawang itu dari Bima dikirim masuk ke kota Makassar melalui jalur laut. "Saya muat barang dari Bima yaitu bawang di bongkar di sini. Terus dari sini (Makassar) bawa terigu dan gula ke Bima sama Flores sampai juga NTB sana," kata Nur disela-selah bongkar muatannya dari kapal.

Selain itu bawang yang ia bawa ada juga semen. Kata dia perjalanan dari Bima ke Makassar itu memakan 2 hari 1 malam perjalanan. Selanjutnya barang berupa bawang asal bima di bawa turun untuk diambil oleh pemesan.

"Terus saya bawa terigu gula, snack kalau sudah bngkar barang. Saua bawa ke Bima. Itu tidak di jual di sana itu sudah ada bosnya di sana yang terima. Kita ambil perah saja," katanya.

Nur mengaku, sudah bekerja hampir 25 tahun sebagai nahkoda kapal. "Ini kapal orang pak, kita hanya menjalankan saja. Saya hanya bekerja kepada yang punya kapal ini. Kalau pelabuhan ini tetap ramai cuma kalau yang ramai betul itu bulan 6 sampai 7 itu sudah ramai sekali. Karena bawang yang keluar dari bima itu setiap hari ke luar," jelasnya.

Nur mengaku selama menjadi nahkoda kapal ia sudah pernah keliling bawa barang. Selain di Makassar dan Bima. "Biasa juga ke pontianak, biasa juga ke surabaya banjarmasin dan bagian flores saya keliling," ucapnya.

Pelabuhan Paotere, Makassar (Heman Amiruddin)	Kondisi Pelabuhan Paotere, Makassar (foto: Heman Amiruddin/Okezone)

Petugas Kantor Otoritas Pelabuhan Makassar Baharudin mengatakan Pelabuhan Paotere ini termasuk Pelabuhan Peldra, tapi juga dikatakan masuk pelabuhan umum. "Di sini ada kapal barang, kapal penumpang. Tapi pada hakekatnya tidak ada kapal penumpang di sini. Cuma yang bergiatan berlalulalang itu kapalnya jolloro kapal nelayan yang dari pulau-pulau seperti barrang lompo, barrang caddi. Jadi mereka pakai kapalnya sendiri menuju Pelabuahan Paotere," kata Baharuddi saat ditemui Okezone di kantornya, Jumat 15 Maret 2019.

Biasanya, kata Baharuddin, kapal-kapal nelayan memuat warga pulau yang hendak ke Makassar maupun sebaliknya. Mereka juga belanja untuk kebutuhan sehari-hari. "Kita tahu kan di pulau kurang fasilitas ekonomi. Jadi mau tidak mau mereka ke Makassar untuk mencukupi kebutuhannya saya kira itu," ungkapnya.

Baharuddin menjelaskan, Pelabuhan Paotere sejak dulu memang namanya pelabuhan paotere. Yaitu sejak dari nenek moyang orang bugis-Makassar.

"Jadi Paotere itu asal kata Otere. Katanya kita punya tokoh-tokoh masyarakat di sini bahwa dulu itu pelaut-pelaut dari mandar menuju ke sini. Nah jadi mereka itu ahli di dalam pembuatan tali. Jadi otere itu adalah tali yang dipakai di kapal itu. Otere-otere maksudnya tali. Jadi asal kata dari paotere itu. otere yang artinya tali ya, itu penyampaian tokoh-tokoh masyarakat yang ada di paotere ini," kata dia.

"Tapi kalau ingin lebih tahu nanti saya hadirkan masyarakat tokoh itu sendiri. Tapi kami hanya sebagai umum saja bahwa itulah pengetahuan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat kepada kami," ungkap Baharuddin.

Baharuddin mengaku sudah cukup lama bekerja di Pelabuhan Paotere sebagai pengawas. "Karena kami sudah cukup lama juga di sini bertugas. Petugas Kantor Otoritas Pelabuhan yang diberi wewenang untuk mengawasi kegiatang bongkar muat dan arus muat yang ada di pelabuhan paotere ini. Jadi kami itu adalah petugas dari induk kantor otoritas pelabuhan kota Makassar. Kami hanya perwira jaga yang ditugaskan untuk awasi bongkar muat," jelasnya.

Tidak jauh dari pelabuhan Paotere Makassar, juga terdapat tempat pelelangan ikan. Pelelangan ikan inilah yang kerap dijadikan oleh nelayan dari berbagai daerah di Sulse untuk menjual ikan tangkapannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement