"Rata-rata pergerakan penumpang harian untuk tahun 2018 di kedua terminal KLIA adalah sekitar 170.000 penumpang. Maka dari itu Kemenpar menargetkan pengunjung Banyuwangi Cultural Week 10% dari jumlah penumpang harian tersebut, yaitu sebesar 17.000 perharinya dengan total sebesar 85.000 penumpang," paparnya.
Bagi penumpang yang melakukan penerbangan internasional pada terminal KLIA I, akan menuju ke imigrasi otomatis akan melihat aktivitas promosi Wonderful Indonesia tersebut.
Adella Raung mengatakan, promosi pariwisata ini mengusung slogan Majestic Banyuwangi. Yaitu dengan menggambarkan dan memperkenalkan keanekaragaman daya tarik wisata, keunikan, potensi seni dan budaya serta berbagai kreativitas lainnya.
"Upaya promosi pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan turis Malaysia ke Banyuwangi. Sehingga maskapai Citilink rute Kuala Lumpur-Banyuwangi dapat bertahan," ujar Adella.
Pemkab Banyuwangi menargetkan turis Malaysia sebanyak 100.000 pengunjung di tahun 2019. Dengan adanya rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur dan sebaliknya, diharapkan aksebilitas pariwisata di Banyuwangi semakin terbuka dan sangat mendukung target tersebut.
Demi terwujudnya Visi dan Misi kegiatan ini, Kemenpar menggandeng berbagai stakeholder lainnya. Seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dan VITO Malaysia.