nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi dan Pemetaan Aksi Penembakan Jamaah di 2 Masjid Selandia Baru

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 10:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 17 18 2031077 kronologi-dan-pemetaan-aksi-penembakan-jamaah-di-2-masjid-di-selandia-baru-yaMlwb3sKE.png Masjid Al Noor, Selandia Baru (foto: ist)

Sebanyak 49 orang meninggal dunia dan 48 lainnya cedera dalam peristiwa penembakan terhadap jamaah dua masjid yang tengah menunaikan ibadah salat Jumat, di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat 15 Maret 2019.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyebut, kejadian itu sebagai salah satu "hari terkelam" negara tersebut. "Inilah yang kami ketahui sejauh ini tentang serangan itu," kata Jacinda.

Diketahui, penembakan pertama berlangsung di Masjid Al Noor, di pusta kota Christchurch. Seorang pria bersenjata yang menggunakan nama Brendon Tarrant menyiarkan secara langsung aksi penembakan melalui Facebook dengan perangkat kamera yang dapat dipasang di kepala.

Tayangan menunjukkan pria itu menembaki pria, perempuan, dan anak-anak di dalam masjid dari jarak dekat menggunakan senjata api semi-otomatis. Tayangan tersebut dimulai dari kawasan industri di Leslie Hills Drive, sebelah barat Masjid Al Noor.

 s

Tampak dia mengendarai mobil dari Mandeville Street dan Blenheim Road menuju pusat kota kemudian berbelok ke utara menuju Deans Avenue. Beberapa menit kemudian dia memarkir mobil di jalur sebelah masjid dan menempatkan kendaraan menghadap Deans Avenue.

Sang tersangka keluar dari mobil, dan memilih senjata dari dalam bagasi, lalu berjalan menuju gedung sembari melepaskan tembakan ke arah jamaah yang ada di dalam masjid. Hal itu terjadi sekira pukul 13.40 waktu setempat (07.40 WIB).

Enam menit kemudian, ia mengemudi melintasi Deans Avenue, memutari Botanic Gardens ke Bealey Avenue. Di sinilah tayangan kamera berhenti. Serangan kedua berlangsung beberapa saat kemudian di Masjid Linwood, lima kilometer dari Masjid Al Noor dan sebelah timur dari pusat kota.

Kepolisian menanggapi laporan penembakan di masjid saat salat Jumat sekira pukul 13.40 waktu setempat.

 s

Pada pukul 14.11 kepolisian mengonfirmasi terdapat "situasi berkembang" dan beberapa menit kemudian sekolah-sekolah diperintahkan untuk ditutup.

Lalu pada pukul 14.30 kepolisian mengonfirmasi insiden itu melibatkan seorang pria bersenjata.

Tayangan kamera yang dipasang pada kepala menunjukkan pria bersenjata berpindah dari satu ke ruangan lainnya sembari menembaki orang-orang di dalam masjid. Si penyerang menyasar baik ruangan pria maupun ruangan perempuan.

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada media setempat, bahwa mereka berlari menyelamatkan diri dan melihat orang-orang berdarah terkapar di tanah di luar masjid. "Tubuh-tubuh bergelimpangan," ujar seorang pria.

 s

Serangan 2: Masjid Linwood, delapan meninggal (seorang meninggal di rumah sakit setelah mengalami cedera).

Keterangan soal serangan di Masjid Linwood, yang berada di pinggiran Kota Christchurch, kurang terperinci. Sejumlah penyintas mengatakan kepada media setempat, mereka melihat seorang pria bersenjata memakai helm motor hitam melepaskan tembakan ke arah 100 jamaah yang sedang salat.

Komisaris Polisi, Mike Bush, menilai kedua serangan tersebut sangat terencana dengan baik. Pasalnya, beberapa senjata api ditemukan di kedua lokasi kejadian. Selain senjata, petuga juga menemukan dua bom rakitan di dalam mobil tersangka dan dijinakkan oleh militer.

Brenton Harrison Tarrant, 28, yang berkewarganegaraan Australia telah ditahan dan menghadiri sidang di Christchurch dengan dakwaan pembunuhan. Orang bernama sama tampaknya telah merilis manifesto sebelum serangan berlangsung dengan menjelaskan niatnya secara garis besar.

Dia menyebut dirinya merupakan seorag warga negara Australia berusia 28 tahun dan melontarkan retorika haluan ekstrem kanan serta anti-imigran. Dua pria lainnya dan seorang perempuan ditahan di dekat lokasi kejadian dan sejumlah senjata api disita. Aparat tengah menyelidiki apakah mereka terlibat serangan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini