nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Urgensi Perombakan Jabatan di Pemprov DKI Dipertanyakan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 17 Maret 2019 18:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 17 338 2031235 urgensi-perombakan-jabatan-di-pemprov-dki-dipertanyakan-LYXidf7yjG.jpg Gubernur Anies merombak ribuan jabatan di Pemprov DKI (Dok. Okezone)

JAKARTA - Jajaran Komisi A DPRD DKI Jakarta berencana membentuk panitia khusus (Pansus) guna menyelidiki perombakan pejabat yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan. Hal tersebut mendapat dukungan dari politikus Partai NasDem Wanda Hamidah.

“Saya sepenuhnya mendukung langkah legislasi Komisi A DPRD DKI untuk membentuk pansus untuk menyelidiki motif, dan fungsi perombakan birokrasi secara besar-besaran,” kata Wanda, Minggu (17/3/2019).

Mantan Anggota DPRD DKI Jakarta ini mengatakan, dasar perombakan secara besar-besaran yang dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan tak boleh sekadar motif suka dan tidak suka. Perombakan birokrasi, kata dia, harus didasari kebutuhan untuk efesiensi serta efektifitas pelayanan publik, reformasi birokrasi dan mewujudkan birokrat berdasar meritokrasi atau kompetensi.

Selain itu, Caleg DPR RI Partai NasDem mempertanyakan objektifitas perombakan secara besar-besaran yang dilakukan Anies. Sebab, Anies merombak 1.125 pejabat dalam satu pelantikan sehingga menimbulkan sejumlah pertanyaan publik.

“Kalau banyak kayak gitu, apa bisa objektif? Kapan tesnya? Urgensi pergantian sebanyak itu untuk apa? Ini kan tidak pernah dijelaskan oleh Pak Anies,” ujar Wanda.

(Baca Juga: Ini Daftar Pejabat Pemprov DKI yang Turun Jabatan)

“Sudah gantinya banyak, tanpa tes pula. Bagaimana bisa tahu pejabat yang menggantikan satu posisi itu sudah tepat di situ,” ujarnya.

Untuk itu, dia mendukung langkah DPRD DKI Jakarta membentuk Pansus guna menyelidiki perombakan pejabat. “Masalah ini harus jelas. Tidak boleh ada yang ditutupi,” tuturnya.

Sebelumnya, Anies merombak 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang terdiri dari 15 pejabat eselon II, 274 pejabat eselon III, dan 836 pejabat eselon IV.

Anies menyampaikan, perombakan 1.125 pejabat itu sebenarnya sudah melalui proses analisis jabatan yang panjang selama beberapa bulan.

"Saya sengaja lakukan ini sebagai satu proses pelantikan bersama. Ada yang sudah proses Baperjab-nya beberapa bulan yang lalu, tapi saya tidak mau langsung lantik," kata Anies beberapa waktu lalu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini