BANJIR bandang yang terjadi di Sentani, Papua, pada hari Sabtu (16/3) sudah menewaskan sedikitnya 64 orang (Berdasarkan data Pukul 19.00 Wit, Minggu 17 Maret 2019). Bencana banjir susulan berpotensi terjadi dikarenakan intensitas hujan tinggi di puncak gunung Cyclop.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan kemungkinan banjir bandang susulan karena hujan lebat masih berpotensi terjadi di Papua dalam dua hingga tingga hari ke depan.
"Dari sisi hujan lebatnya kami sudah memberikan kewaspadaan terutama bagi daerah-daerah yang dataran tinggi, terkait dengan longsoran dan banjir bagi daerah-daerah yang menjadi langganan," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada BBC News Indonesia, Minggu (17/3).
Seperti diberitakan, hujan lebat yang terjadi di wilayah Papua menyebabkan banjir bandang yang menerjang sembilan kelurahan di Sentani, Kabupaten Jayapura dan menewaskan sedikitnya 64 orang. Puluhan warga lain luka-luka, sementara ribuan warga yang selamat kini berada di pengungsian.

Kepala Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal mengatakan tiga lokasi yang terdampak parah akibat terjangan banjir bandang ini adalah di sekitar bandara, perumahan Bintang Timur dan sekitar lapangan udara.
(Baca juga: 64 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang di Sentani)
Sebagian besar wilayah yang terdampak hingga kini masih tertutup lumpur material banjir. Diperkirakan masih banyak korban yang terperangkap materi lumpur.
"Air masih mengalir cukup deras tapi perlu diwaspadai. Kita masih melakukan pencarian," kata dia.