Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bandara Dumai Riau Masih Normal Walau Diselimuti Asap

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Rabu, 20 Maret 2019 |13:44 WIB
Bandara Dumai Riau Masih Normal Walau Diselimuti Asap
Bandara Pinang Kampai, Dumai, Riau Diselimuti Asap saat Peristiwa Kebakaran pada 8 Maret 2016 (foto: Banda Haruddin Tanjung/Okezone)
A
A
A

PEKANBARU - Kota Dumai, Riau kembali diselimuti kabut asap sejak pagi. Namun, sejauh ini aktivitas di Bandara Pinang Kampai Dumai belum terganggu oleh asap.

"Sejauh ini kabut asap belum mengganggu aktivitas bandara. Dari pagi sampai sekarang ini sudah ada pesawat yang landing dan take off," kata Kepala Bandara Pinang Kampai, Irvan kepada Okezone, Rabu (20/3/2019).

(Baca Juga: Riau Dikepung 156 Titik Panas dan Kota Dumai Diselimuti Asap) 

Dia mengatakan, jarak pandang (visibility) di Kota Dumai 2 kilometer. Namun, saat ini sudah meningkat menjadi 4 kilometer.

Sementara kebakaran juga terjadi di dekat Bandara Pinang Kampai, Dumai tepatnya di Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur. Upaya penanggulangan dilakukan oleh tm Maggala Agni, TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kebakaran di Jalan Tanjung Datuk Maddan hanya berjarak 1 kilometer dari Bandara Pinang Kampai Dumai," kata Kepala Seksi Bidang Kedaruratan BPBD, Riau Jim Gapur.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru merilis terjadi peningkatan titik panas di Riau. Tadi hot spot terpantai sebanyak 156 titik. Jumlah titik api meningkat dibanding kemarin sore sebanyak 156 titik. Titik panas panas tersebar di 11 kabupaten dan kota.

(Baca Juga: Titik Panas di Riau Bertambah Jadi 165, Jarak Pandang Hanya 2 Km)

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement