Terkait dengan hasil survei Kompas, menurut Arya ada anomali besar. Sebab fakta yang diungkap mayoritas lembaga survei lain malah menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 01 akan menang tebal pada Pilpres 2019. Berbeda dengan survei Kompas, hasil survei sejumlah lembaga seperti LSI, SMRC, Cyrus Network, dan Indikator Politik malah menunjukkan keunggulan jauh Jokowi-Ma'ruf di atas 50 persen.
Hasil ini bahkan diperkuat hasil survei lembaga independen internasional, Roy Morgan yang menunjukkan Jokowi unggul 58 persen berbanding Prabowo yang hanya meraih 42 persen suara.
Walau begitu, Arya tetap menggariskan bahwa survei Kompas tetap menegaskan keunggulan pasangan 01 atas 02 yang mencapai double digit. "Angka ekstrapolasi Kompas 46.8 persen adalah angka kemenangan 01 paling pesimis," tutur Arya.
Keyakinan itu juga tak terlepas kenyataan bahwa di kantong suara pasangan 02 justru suara pasangan 01 semakin meroket. Fakta nyata yang sulit dibantah adalah hasil Pilkada Jawa Barat yang menunjukkan kemenangan pasangan yang diusung parpol pro pemerintah.