Tapi dia memaklumi adanya perbedaan hasil survei Kompas dengan lembaga lain. Sebab Kompas sejatinya memang bukan lembaga yang berangkat sebagai sebuah institusi survei politik, melainkan media massa.
"Kami menyadari setiap survei pasti memiliki tingkat subjektivitas dan objektivitasnya masing-masing. Mulai dari jumlah sampling, sebaran wilayah, dan tentunya siapa yang mendanai survei itu" ujar Arya.
(Baca Juga: Respons Survei Kompas, TKN Masih Optimis Jokowi-Ma'ruf Menang)
Meski tak sesuai fakta di lapangan, dia melihat bahwa hasil survei ini justru baik untuk semakin meningkatkan semangat dan kerja keras.
Namun Arya berpesan kepada lembaga survei agar tidak memberikan harapan palsu kepada pasangan capres 02. "Jangan sampai ada kembali yang tertipu dan melakukan sujud syukur yang tertukar untuk kedua kalinya," imbuh Arya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.