Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Denny JA: Apakah Survei Litbang Kompas Berpolitik?

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 20 Maret 2019 |23:22 WIB
Denny JA: Apakah Survei Litbang Kompas Berpolitik?
A
A
A

JAKARTA - Pemilik Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA mempertanyakan survei yang dilakukan Litbang Kompas terkait survei terbaru tentang Pilpres 2019. Dia mempertanyakan hasil survei Litbang Kompas. Kata dia, patutkah hasil survei itu dipercaya.

"Apakah Kompas bermain politik? Dengan redaksi yang berbeda begitu banyak yang bertanya hal yang sama soal publikasi survei Harian Kompas di hari itu," ujarnya seperti dikutip dari tulisannya yang tersebar di media sosial, Rabu (20/3/2019).

Diketahui, dalam survei tersebut Jokowi digambarkan menurun dari 52.6 persen (Oktober 2018) ke 49.2 persen (Maret 2019). Prabowo dinyatakan menaik dari 32.7 persen (Oktober 2018) menuju 37.4 persen (Maret 2019). Pesannya: Jokowi hati-hati! Belum aman!

Dia mengatakan, Kompas memang menyajikan pula simulasi yang ia sebut ekstrapolasi elektabilitas. Jika pemilih yang belum menentukan tidak dihitung, sebanyak 13.4 persen (terbagi proporsional), Jokowi masih unggul: 56,8 persen versus 43,2 persen.

Jika pilpres diselenggarakan di hari survei, sebenarnya Kompas juga mengabarkan Jokowi menang besar: doubel digit, dengan selisih 13,6 persen. Kemenangan Jokowi di 2019 lebih besar dibanding kemenangan Jokowi di Pilpres 2014, yang hanya sekitar 7 persen (mono digit).

Walau dikabarkan menang, kecemasan datang di banyak kubu Jokowi. Kompas menggambarkan Jokowi belum di angka psikologis 50 persen (elektabilitas yang tidak diekstrapolasi). Jokowi juga digambarkan menurun trendnya, hampir di semua kantong pemilih.

(Baca Juga: Tanggapi Survei Kompas, Kiai Ma'ruf: Ambil Tengah Aja)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement