nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga WNI Korban Teror Diberangkatkan ke Selandia Baru

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 14:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 21 18 2033085 keluarga-wni-korban-teror-diberangkatkan-ke-selandia-baru-uGE8mucCbh.jpg Keluarga korban teror diberangkatkan ke Selandia Baru (Foto: Rus Akbar)

PADANG - Pengurusan keberangkatan keluarga korban penembakan di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru dipercepat dari waktu normalnya. Hal itu dilakukan agar pihak keluarga korban bisa diberangkatkan secepatnya.

“Kita sudah diperintahkan ACT Pusat ke Sumbar untuk mengurus segera keluarga yang ada di Padang untuk memberangkatkan keluarganya. Senin sudah keluar paspornya, pagi tadi sudah keluar visanya dan kita langsung belikan tiket untuk berangkat menuju Selandia Baru, jam 12.50 WIB berangkat dari BIM dan nanti jam malam berangkat ke Selandia Baru,” kata Zeng Wellf, Branch Manager Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat, Kamis (21/3/2019)

Zeng Wellf melepas keberangkatan empat orang anggota keluarga Zulfirman Syah yang menjadi korban di Selandia Baru. Empat orang keluarga korban yang berangkat ke Selandia Baru itu adalah Yuli Erma, Alhamdani, Handra Yaspita dan Nurhamida, mereka merupakan saudara Zulfirman Syah.

(Baca Juga: PM Selandia Baru : Pelaku Teror Belajar Ideologinya di Tempat Lain

Selain keempat orang itu, dari pihak ACT juga ikut berangkat sebanyak empat orang. “Kita juga mendampingi empat orang dari ACT dari pusat langsung, dari Padang kita lebih menfasilitasi pembuatan paspor dan visa lain sebagainya,” ujarnya.

Pendamping itu nantinya akan menemani mereka sampai kembali lagi di Padang. “Pengurusan paspor dan visa ini cukup cepat ini berkat bantuan dari kedubes dan KBRI di Selandia Baru, ini karena emergency jadi pengurusan hanya satu hari, kalau biasanya baru keluar enam hari,” ujarnya.

Keluarga WNI

Sementara kakak korban Handra Yaspita mengatakan, saat ini kondisinya sudah membaik setelah menjalani operasi dua kali. “Komunikasinya sudah lancar, saat kita menghubunginya kita memberikan hiburan saat masih kecil,” tuturnya.

Zulfirman Syah dan anaknya Omar Rais (2) merupakan WNI yang menjadi korban penembakan teroris masjid di kota Chrischurch. Zulfirman seorang seniman dan pelukis berdarah Minangkabau yang tinggal di Yogyakarta. Di Yogyakarta, ia tergabung ke dalam Komunitas Seni Sakato di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

(Baca Juga: Selandia Baru Akan Larang Semua Jenis Senjata ala Militer Pasca-Penembakan Christchurch

Zulfirman pergi ke Selandia Baru ikut dengan istrinya yang merupakan warga negara Amerika Serikat bernama Alta Marie yang bekerja di Selandia Baru. Keduanya menikah pada 2015 lalu dan dikaruniai putra laki-laki. Istrinya punya pekerjaan di sana.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini