"Busa itu sudah lama. Kita sendiri belum tahu itu berbahaya atau enggak, karena belum ada juga penelitian tentang kandungannya. Tapi yang pasti, dampaknya itu ikan-ikan di tambak banyak yang mati, makanya sekarang kebanyakan warga pilih ikan tertentu saja untuk di taruh tambak," ujar Kimpo kepada Okezone, Kamis (21/3/2019).
Awalnya, sambung Kimpo, beberapa warga sekitar memiliki tambak ikan di aliran kali yang mengalir dari Situ Perigi. Ikan-ikan seperti gurame, bawal, menjadi benih favorit untuk dikembangbiakkan. Namun setelah terjadi banyak pencemaran di Situ Perigi, akhirnya sebagian besar ikan mati dan tak sanggup bertahan di aliran kali itu.
"Sekarang masih buka tambak, tapi ikannya jenis ikan lele saja, karena daya tahannya kuat. Kalau yang lain seperti bawal, gurame, itu sudah nggak bisa karena enggak bagus airnya," imbuhnya.
Dia menduga, busa putih yang menumpuk di bagian pompa pembuangan air Situ Perigi muncul akibat kandungan air yang telah tercemar limbah. Baik limbah rumah tangga maupun limbah cucian mobil di Poll taksi yang berada di dekat Situ Perigi.