"Mungkin ya dugaan saya, disini kan ada juga poll taksi dekat sini. Bayangkan ada berapa ratus mobil di sana. Kalau belum ada IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) nya, sekali cuci satu mobil limbahnya mau tak mau mengalir ke Situ, kalau sehari ratusan mobil yang dicuci, bisa jadi makin menumpuk limbahnya, dan itu sudah berlangsung bertahun-tahun," kata Kimpo.
Menurut Kimpo, pencemaran di Situ Perigi makin lama makin mengkhawatirkan. Terlebih air Situ, juga mengalir melalui kali kecil yang digunakan masyarakat untuk digunakan sehari-hari. Baik dikonsumsi, maupun diperuntukkan sebagai sarana usaha tambak ikan.
"Air di Situ ini kan mengalir ke kali-kali kecil, sementara warga masih banyak gunakan air tanah untuk beraktifitas, untuk usaha tambak, untuk masak segala macam. Ya otomatis nyedotnya dari kali-kali yang ikut tercemar itu," ucapnya lagi.
Keprihatinan itulah yang menyebabkan Kimpo dan beberapa warga secara mandiri tergerak untuk merawat Situ Perigi. Hal-hal yang dapat mereka kerjakan seperti membersihkan sampah di bagian belakang Situ, selalu rutin mereka lakukan setiap saat.
(Baca Juga: Setu Perigi Tangsel Tercemar Tumpukan Sampah, Begini Faktanya)