BRUSSELS – Pemimpin negara-negara Uni Eropa (UE) menyetujui rencana untuk menunda proses Artikel 50 yang mengatur keluarnya Inggris dari blok ekonomi Benua Biru tersebut. Dengan rencana baru tersebut, keluarnya Inggris dari UE atau yang biasa disebut dengan Brexit akan ditunda dari jadwal semula 29 Maret.
Inggris akan ditawari penundaan Brexit sampai 22 Mei, jika anggota parlemen menyetujui kesepakatan penarikan yang telah dinegosiasikan dengan UE pekan depan.
Jika kesepakatan tersebut tidak dapat disetujui, UE akan mendukung penundaan yang lebih pendek hingga 12 April guna memberikan waktu bagi Inggris untuk menyelesaikan atau "menunjukkan jalan ke depan". Demikian dilaporkan BBC, Jumat (22/3/2019).
BACA JUGA: UE Beri PM Inggris Waktu 48 Jam untuk Selamatkan Kesepakatan Brexit
Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May mengatakan sekarang ada "pilihan yang jelas" untuk menghadapi anggota parlemen Inggris, yang dapat mengambil suara untuk ketiga kalinya terkait kesepakatan Brexit-nya pekan depan.
Dia mengatakan dia akan "bekerja keras untuk membangun dukungan untuk menyelesaikan kesepakatan" dan mengatakan bahwa dia telah "mengungkapkan rasa frustrasinya" dalam pidato yang disampaikan Selasa malam. Dalam pidato tersebut, May menyalahkan anggota parlemen atas keterlambatan tercapainya kesepakatan, tetapi menambahkan "Saya tahu bahwa anggota parlemen juga frustrasi" dan dia "sangat berterima kasih" kepada mereka yang telah mendukung kesepakatan tersebut.
"Saya akan melakukan segala upaya untuk memastikan kami maju dengan kesepakatan dan memajukan negara kami," kata PM May.