Begini Gambaran Bangunan Bersejarah di Proyek Tol Malang-Pandaan

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 22 Maret 2019 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 22 519 2033480 begini-gambaran-bangunan-bersejarah-di-proyek-tol-malang-pandaan-BBbPq178op.jpg Foto: Avirista/Okezone

MALANG - Situs Sekaran pada proyek tol Malang - Pandaan 5 KM 37 tepatnya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, digambarkan sebagai suatu kompleks permukiman yang luas. Dimana salah satu bangunan yang telah ditemukan diduga merupakan salah satu bangunan suci.

Dari pantauan Okezone di lapangan sepanjang hari Kamis (21/3/2019), area sebaran batu bata yang diduga struktur bangunan kuno memang cukup luas. Terdapat beberapa titik lokasi batu bata dengan 4 - 5 lapis bata, dimana antara titik satu dengan titik lainnya terdapat seperti rongga yang diduga identik dengan pelataran atau halaman.

Di sisi timur laut atau tempat temuan situs pertama, terdapat tundakan batu bata seperti struktur bangunan gapura yang biasa disebut pintu paduraksa.

 s

Ketua Tim Ekskavasi Situs Sekaran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Wicaksono Dwi Nugroho menyatakan dari kajian diidentikkan sebagai bangunan suci atau berupa tempat ibadah.

"Bisa bangunan suci bisa kompleks permukaan yang besar. Harus dikupas kompleks hunian lebih besar yang membentuk puri atau keraton atau hanya sebatas pemukiman kecil yang bersifat lebih ke pribadi atau kompleks bangunan dimana ada bangunan suci," jelas Wicaksono saat ditemui Okezone.

Menurutnya, dari arah bangunan menghadap barat laut, dan jika ditarik garis lurus maka mengarah tepat ke Gunung Semeru, dimana masyarakat dulu meyakini Gunung Semeru sebagai tempat bersemayam para dewa.

"Gunung Semeru sudah jadi tempat pemujaan sejak zaman Kediri," ucapnya.

 s

Untuk memastikan seberapa luas dan besar sebaran bangunan kuno tersebut, Wicaksono mengungkapkan diperlukan adanya 'pengupasan' yang lebih besar.

"Artinya masih teka - teki terkait luas dan lebarnya hingga sekarang. Harus dikupas kompleks ini lebih besar lagi. Makanya butuh break untuk membuka literasi dan menganalisis lagi untuk kemudian bisa melengkapi data lagi untuk kajian tahap berikutnya," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini