SAMARINDA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin menuturkan pengalaman hidup dan perjuangannya saat menjadi santri di Pondok Pesantren. Kisah pengalaman Kiai Ma'ruf saat 'Nyantri' diungkapkan kepada awak media di sela-sela safari politik di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3/2019).
Menurut Kiai Ma'ruf, kehidupan sebagai seorang santri waktu itu sama seperti yang dirasakan para santri saat ini yakni makan seadanya dan kerjanya hanya mengaji dan mengkaji ilmu agama kepada Ustaz dan para Kiai.
"Tapi saya dulu sukanya main bola dan badminton," tutur Ma'ruf.
Bicara pengamalannya di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, pada 1955 yang bertepatan dengan pemilihan umum yang diikuti oleh banyak partai politik, mustasyar PBNU itu mengaku sudah senang melihat aktivitas kampanye umum pemilu yang berlangsung saat itu.

(Baca Juga: Cerita Ma'ruf Amin yang Sempat Nyaris Jadi Polisi)
Sebenarnya, kata Ma'ruf, saat itu dirinya ingin ikut rombongan untuk menonton kampanye umum. Karena dianggap belum cukup umur, mantan Rais Aam PBNU itu pun ditolak rombongan. Kiai Ma'ruf tak habis akal, ia pun memutuskan untuk menyewa sepeda kayuh hanya untuk menonton aktivitas kampanye.