nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan PM Selandia Baru untuk Trump: "Ramahlah kepada Umat Islam"

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 09:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 23 18 2033899 pesan-pm-selandia-baru-untuk-trump-ramahlah-kepada-umat-islam-xxqnkbBR5P.JPG PM Selandia Baru, Jacinda Ardern (Foto: Reuters)

JAKARTA - Insiden penembakan di Christchurch, Selandia Baru hingga kini masih menimbulkan kesedihan mendalam dan kemarahan seluruh warga di sana. Perasaan itu mereka tumpahkan bukan dalam bentuk ajakan kebencian, namun justru seruan untuk saling menyayangi.

Pada pekan lalu saja, tercatat hampir 12.000 warga Wellington dari berbagai agama dan ras memenuhi sebuah lapangan untuk berdoa bersama demi kedamaian para korban dan agar mereka yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Hari ini, warga Wellington akan kembali akan berkumpul untuk memperingati sepekan aksi teror tersebut, di mana bagi wanita diimbau mengenakan penutup kepala semacam hijab sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam.

"PM Jacinda Ardern yang merupakan pemimpin dunia termuda (38), dianggap tidak berpengalaman menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang berani dan berempati. Dalam waktu yang cepat, ia mengumumkan ke dunia penembakan brutal di Christchurch tersebut sebagai aksi terorisme," kata Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/3/2019).

Hal yang menurutnya, tidak dilakukan oleh pemimpin dunia manapun ketika di negerinya terjadi aksi brutal yang memakan korban umat Islam.

Sehari setelah penembakan lanjut Tantowi, Ardern langsung terbang ke Christchurch menemui para korban dan keluarganya untuk menunjukkan simpati dan perhatiannya sebagai kepala pemerintahan.

Suasana Duka Pasca-Teror di Selandia Baru

"Dia peluk keluarga korban dan bisikkan agar tenang dan tabah. Pemerintahnya akan bergerak cepat untuk memastikan semuanya akan kembali normal. Dia pun memberikan jaminan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ketika Presiden Trump menelefonnya dan bertanya apa yang Amerika bisa lakukan, dia jawab 'ramahlah kepada umat Islam'. Tak berapa lama Trump bikin Tweet 'I love New Zealand'," tutur Tantowi.

Saat ini lanjut dia, suasana di Selandia Baru mulai berangsur normal meski tetap ada rasa khawatir dan sedih. Tantowi mengatakan bahwa tidak ada serangan hoaks, maupun kelompok-kelompok yang berusaha mempolitisir keadaan demi kepentingan tertentu.

"Tidak ada pula yang maki-maki dan demo untuk melampiaskan kemarahan. Semuanya mendengarkan dan nurut ke pemerintah, karena mereka tahu pemerintah akan membuat perhitungan ke teroris dengan caranya sendiri," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini