nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awan Panas Guguran Dua Kali Meluncur dari Merapi pada Pagi Ini

Antara, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 10:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 25 510 2034504 awan-panas-guguran-dua-kali-meluncur-dari-merapi-pada-pagi-ini-sB6wQEonVx.jpg Gunung Merapi. (Foto: @BPPTKG)

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dua kali meluncurkan awan panas guguran pada Senin pagi ini.

Mengutip dari Antaranews, Senin (25/3/2019), melalui akun Twitter resminya BPPTKG menyatakan luncuran awan panas guguran Merapi teramati pada pukul 06.17 WIB dengan jarak luncur 1.000 meter selama 104 detik ke arah Kali Gendol.

Sedangkan awan panas guguran kedua teramati keluar dari Gunung Merapi pada pukul 08.58 WIB dengan jarak luncur 900 meter ke arah hulu Kali Gendol selama 90 detik.

(Baca juga: Gunung Merapi Alami 16 Kali Gempa Guguran, Warga Diimbau Tak Mendaki)

Berdasarkan pengamatan BPPTKG sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, selain awan panas guguran, juga teramati satu kali guguran lava pijar ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 450 meter.

Pada periode ini asap kawah tidak teramati. Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu udara 16–22,1 derajat Celsius, kelembapan udara 63–89 persen, dan tekanan udara 628–708,3 mmHg.

Selain itu, terekam satu kali gempa awan panas dengan amplitudo 60 mm selama 108,1 detik; tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 5–27 mm selama 27,7–65,9 detik; satu kali gempa embusan dengan amplitudo 20 mm selama 28 detik; dua kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 5–15 mm selama 19,3–28,5 detik; dan satu kali gempa fase banyak dengan amplitudo 8 mm selama 9,2 detik.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Kemudian untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

(Baca juga: Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas)

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini