Kubu Jokowi: Putih adalah Cermin Kebersihan Nurani, Hitam Simbol Politik Hoaks dan Fitnah

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 08:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 26 605 2034972 kubu-jokowi-putih-adalah-cermin-kebersihan-nurani-hitam-simbol-politik-hoaks-dan-fitnah-QsZL7IPAs3.jpg (Foto: Rasyid R/Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, saat kampanye di Banten dan Jawa Timur, capres 01 selalu menegaskan komitmennya untuk mengedepankan politik kebenaran dengan simbolisasi putih.

"Desain foto berseragam putih sebagaimana terdapat dalam gambar Jokowi-KH Ma'ruf Amin di kertas suara, yang secara kontras berhadapan dengan jas hitam Prabowo-Sandi, bukanlah kebetulan. Putih adalah cermin kebersihan nurani yang menyebabkan alam pikir berkreasi dan berdaya cipta dengan segala sesuatu hal yang baik. Sebaliknya, hitam adalah simbol politik hoaks, politik fitnah, yang selama ini selalu menyerang Jokowi-KH Ma'ruf Amin,” ujar Hasto, seperti keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (26/3/2019).

Kampanye Akbar di Alun-Alun Serang, Ketum Perindo Jalan Kaki Bersama Jokowi

Menurut Hasto, atas dasar itu, sangat tepat ketika di dalam setiap kampanye, Jokowi selalu menegaskan bahwa ‘Putih adalah Kita’. "Kini semakin bergaung nyaring sebagai kekuatan moral melawan politik hitam. Kami akan berjuang dengan sepenuh hati melalui kekuatan moral politik putih ini,” ujarnya.

(Baca juga: Jokowi: Jangan Lupa Pilih Baju Putih, karena Putih Adalah Kita!)

Atas seruan Jokowi tersebut, lanjut Hasto, setiap Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) dan saksi serta seluruh simpatisan serta pendukung Jokowi-Ma'ruf diserukan untuk terus bergerak dengan baju putih ala Jokowi dan putih ulama seperti Ma'ruf Amin.

"Putih tidak bisa dipakai oleh orang yang berkelakuan hitam. Apa itu kelakuan hitam? Fitnah, bicara tanpa budi pekerti, hoaks dan berbagai bentuk racun peradaban yang anti-kemanusiaan,” kata Hasto.

“Tim Jokowi-KH Ma’ruf Amin semakin yakin terhadap jalan kebenaran politik yang di tempuh. Tak heran hampir sebagian besar lembaga survei yang kredibel selalu unggulkan pemimpin yang selama ini diam dalam kepungan serangan fitnah. Satyameva Jayate (Bahasa Sansekerta, artinya hanya kemenangan yang bicara’, ‘Putih adalah kita’,” imbuh Hasto.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini