JAKARTA - Sebelum menetapkan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) senilai Rp14.000, Gubernur DKI Jakarta, yakni Anies Baswedan sempat kurang menyetujui dengan keputusan DPRD DKI Jakarta dalam rapat pimpinan kalau tarif MRT sebesar Rp8.500.
Bahkan Anies Baswesan menduga bahwa tarif MRT sebesar Rp8.500 yang dinilainya terlalu murah dikarenakan DPRD DKI Jakarta yang sedang memanfaatkan momen jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Itu sebabnya putusan sekarang itu keputusan strategis jangka panjang. kebetulan diselenggarakannya 3 minggu sebelum Pemilu, tapi jangan pengambilan keputusan (tiket MRT) karena mau Pemilu," ujar Anies Baswesan belum lama ini.
Mengenai tudingan Anies Baswedan tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik langsung membantahnya. Ia menampik bahwa pihaknya menetapkan tarif MRT yang murah dikarenakan masa Pemilu 2019.