nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khilaf Cabuli Siswi SD, Oknum Guru Olahraga Dibui

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 22:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 519 2035818 khilaf-cabuli-siswi-sd-oknum-guru-olahraga-dibui-ZjxIZ9yizc.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MALANG - Kepolisian akhirnya menetapkan guru olahraga berinisial IM sebagai tersangka dugaan pencabulan kepada siswi di SDN di Kota Malang. Pelaku IM (59) warga Jalan Yulius Usman Gang 3 ini juga sudah diamankan dan ditahan oleh pihak kepolisian sejak Jumat malam 21 Maret 2019.

Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan oknum guru ini ditetapkan tersangka dan diamankan secara paksa lantaran beberapa kali tak memenuhi panggilan dari kepolisian untuk dimintai keterangan.

"Pelaku ditetapkan berdasarkan laporan 2 orang siswinya kelas 3 dan 5 SDN, di Kota Malang. Kita jemput paksa dan dilakukan penangkapan di rumahnya sejak Jumat malam. Kita jemput karena beberapa kali pemeriksaan tidak datang," ujar Komang Yogi saat rilis di Mapolres Malang Kota, Rabu (27/3/2019).

 sd

Dari hasil interograsi terhadap tersangka, oknum guru olahraga ini melakukan aksinya usai jam pelajaran olahraga, ketika para siswanya tengah ganti pakaian.

"Perbuatannya dilakukan saat di ruangan UKS ketika pergantian seragam usai olahraga. Yang bersangkutan memegang payudara, mengeluarkan alat kelamin, dan memegang alat kemaluan, dilakukan sejak desember 2018 hingga Februari 2019. Motifnya karena pelaku khilaf," terangnya.

Akibat perbuatannya pelaku terancam dijerat dengan pasal 82 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun ditambah sepertiga jumlah hukuman karena merupakan tenaga pendidik.

 sd

Sebelumnya seorang siswi sekolah dasar negeri di Kota Malang melaporkan oknum guru olahraga yang diduga telah melakukan pencabulan kepada muridnya.

Dari hasil investigasi kepolisian, Komnas Perlindungan Anak dan sejumlah lembaga masyarakat perlindungan anak tak hanya 1 siswi yang menjadi korbannya. Namun terindikasi setidaknya ada 20 Siswi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini