Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komisi I DPR Kecam Keras Pembunuhan Massal di Mali

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Kamis, 28 Maret 2019 |08:24 WIB
Komisi I DPR Kecam Keras Pembunuhan Massal di Mali
Ilustrasi pasukan pengamanan. (Foto: Reuters)
A
A
A

(Baca juga: Dua Jenderal Mali Dipecat Pasca Serangan Etnis yang Menewaskan 134 Orang)

Namun, Evita mengaku peristiwa semacam ini akan menjadi pelajaran sangat penting bagi semua negara yang memiliki multietnis dan multiagama, termasuk di Indonesia. Menurut dia, ideologi transnasional sangat rentan dan mencoba masuk untuk memecah-belah suatu bangsa. Tak hanya di Mali, tapi di berbagai negara Afrika lain kondisi seperti ini masih terus bergolak.

"Kita diingatkan masalah terorisme dan radikalisme tetap menjadi persoalan yang terus diberikan perhatian, termasuk pasca kekalahan ISIS di Suriah. Kita di Indonesia juga ini tidak boleh terlena. Yang lebih penting lagi, masyarakat kita harus sadar bahaya terpapar terorisme dan radikalisme ini seperti telah dialami oleh eks ISIS di Suriah," ucap Evita Nursanty.

(Hantoro)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement