nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri Rekam E-KTP bagi Korban Banjir Jayapura

Antara, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 29 340 2036862 kemendagri-rekam-e-ktp-bagi-korban-banjir-jayapura-S5zfbUodXj.jpg Kemendagri lakukan perekaman e-KTP bagi korban banjir Jayapura (Foto: Antara)

JAYAPURA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Dukcapil saat ini menurunkan tim untuk membantu Pemkab Jayapura dalam melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) bagi korban banjir bandang.

Perekaman yang dilakukan sejak Kamis 28 Maret itu dilakukan di lokasi pengungsian, kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pengelolaan Data Dinas Sosial Pemprov Papua, Iskandar Rachman di Jayapura, Jumat (29/3/2019).

(Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Temuan 3 Karung Lapisan E- KTP di Depok)

Dia mengatakan, selain melakukan perekaman e-KTP, masyarakat juga dapat mengurus Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran.

“Kami berharap kesempatan itu dimanfaatkan masyarakat, baik yang kehilangan dokumen pribadi dan juga warga yang belum memiliki KTP-el,” kata Iskandar seperti dikutip Antaranews.

Iskandar mengatakan, tim yang diturunkan dari Ditjen Dukcapil sebanyak tiga orang termasuk tehnisi. Walaupun demikian, hingga hari kedua baru tercatat 86 orang yang melakukan perekaman e-KTP 279 orang yang mengurus Kartu Keluarga dan 138 orang yang mengurus akte kelahiran.

Ilustrasi

Ditjen Dukcapil tidak saja menggerahkan petugasnya untuk melakukan perekaman di Kabupaten Jayapura, tetapi juga di 10 kabupaten di Papua yang tingkat perekaman e-KTP masih rendah yakni, di Jayawijaya, Tolikara, Lanny Jaya, Yahukimo, Deiyai, Dogiay, Paniai, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Kabupaten Puncak.

(Baca Juga: Pemerintah Kesulitan Rekam KTP-el 4.200 Warga Suku Anak Dalam Jambi)

Tim perekaman e-KTP diterjunkan di 10 kabupaten sejak Minggu 24 Maret hingga Minggu 31 Maret, kata Iskandar. Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura menyebabkan 105 meninggal dan 74 orang dinyatakan hilang serta 11 ribuan warga mengungsi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini