nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Sentani Ditutup

Edy Siswanto, Jurnalis · Sabtu 30 Maret 2019 07:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 30 340 2036977 masa-tanggap-darurat-bencana-banjir-bandang-sentani-ditutup-AksqWOX7WW.jpg Bupati Jayapura Mathius Awoitauw Menjelaskan Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Sentani, Jayapura, Papua, Resmi Ditutup (foto: Edy Siswanto/Okezone)

SENTANI – Masa tanggap darurat bencana banjir bandang Sentani yang ditetapkan selama 14 hari resmi ditutup. Selanjutnya, masuk dalam masa transisi darurat atau pemulihan terhadap sejumlah kondisi yang terjadi pasca musibah banjir bandang.

Hal tersebut dijelaskan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, di Posko Induk Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Jayapura, di Gunung Merah Sentani, Jumat 29 Maret 2019 malam.

BNPB Diminta Utamakan Proses Evakuasi Korban Banjir Bandang Sentani

Baca Juga: Belum Teridentifikasi, 20 Jenazah Korban Banjir Bandang Sentani Dimakamkan Massal 

"Jadi sesuai dengan hasil keputusan rapat bersama, Kamis malam memutuskan bahwa, masa tanggap darurat selama empat belas hari resmi ditutup, sebab telah melewati batas waktu ideal yakni, satu minggu, plus tiga hari," ujar Mathius kepada wartawan.

Dia mengatakan, keputusan tersebut telah dibahas mendalam bersama semua pihak terkait. "Di mana penentuan masa tanggap darurat ke masa transisi tidak diputuskan secara sepihak oleh saya tetapi diputuskan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas Jayapura, dan pihak lainnya," kata Mathius menegaskan.

Dalam masa transisi darurat tersebut, dijelaskan Mathius, akan ada pengurangan jumlah posko dan nantinya yang berada di posko hanya warga dengan kondisi rumah yang rusak parah.

"Idelanya aktivitas di posko akan dikurangi. Baik volume aktivitas posko tetapi juga, jumlah posko akan dikurangi, dari enam posko bisa turun hingga menjadi tiga posko. Nah pengurangan posko tersebut dilakukan oleh mengingat jumlah pengungsi mulai berkurang. Yang rumahnya rusak parah nanti kita akan atur bagaimana hunian sementara mereka. Sambil mereka tinggal di posko," urai dia.

Teknisnya, kata Bupati, tim akan melakukan pendataan, termasuk membicarakan lokasi hunian sementara yang akan dibangun untuk warga yang rumahnya rusak atau kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang Sentani.

Baca Juga: BNPB: Kerugian Banjir Bandang di Sentani Capai Rp454 Miliar 

"Pendataan terhadap rumah-rumah warga yang rusak dilakukan, dan nantinya akan ditentukan lokasi untuk Hunian sementara, ini ada beberapa wilayah yang sudah ada titik untuk hunian sementara, tokoh adat nanti yang putuskan lagi," tuturya.

Sementara, keberadaan Posko induk, tidak akan ada lagi di Gunung Merah. “Posko Induk tetap akan ada, hanya intensitas aktivitasnya yang dikurangi. Serta keberadaannya juga bisa dipertimbangkan mengingat posko induk tersebut berada di kawasan perkantoran. Bisa jadi, Posko Induk akan pindah ke GOR Toware atau ke Stadion Bas Youwe (SBY) tetapi juga bisa pindah ke tempat lain,” ucap Mathius.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini