nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bapak Setubuhi Anak Angkatnya yang Bisu hingga Hamil

Herman Amiruddin, Jurnalis · Minggu 31 Maret 2019 00:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 30 609 2037216 bapak-setubuhi-anak-angkatnya-yang-bisu-hingga-hamil-pNyRt915wo.jpg Pelaku pemerkosa anak angkat (foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Makku alias Dg Tutu (38) warga Dusun Malonjo, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan menghamili anak angkatnya. Korban Bunga (19) disetubuhi oleh bapak angkatnya di dalam rumah dan di sebuah pasar yang ada di kampungnya.

Hal itu terbongkar, setelah korban melahirkan seorang anak dan memutuskan untuk melapor ke Unit PPA Polres Gowa. Korban melaporkan lantaran anak yang dilahirkan saat ini sudah berusia 3 bulan.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan setelah adanya laporan dari korban, kemudian dilakukan penyelidikan terkait kasus itu. Hanya saja korban tak bisa berkomunikasi ketika diminta siapa yang melakukan persetubuhan itu.

"Jadi hasil penyelidikan kemudian teknik tertentu dari unit PPA dengan mengambil beberapa gambar yang terduga pelaku dengan acak kemudian menunjukkan kepada yang bersangkutan. Karena korban inikan tunawicara tidak bisa bicara," kata Tanbunan kepada Okezone, Sabtu (30/3/2019).

 sd

Tambunan menjelaskan, korban adalah anak yang kurang mendapat perhatian dari keluarganya. Sehingga korban yang saat itu masih usia 9 tahun diasuh oleh kepala desa setempat.

"Jadi anak ini sih korban awalnya tidak diperhatikan oleh pihak keluarga. Akhirnya diambil oleh kepala desa termasuk si pelaku ini tinggal di rumah bersama kepala desa. Kemudian berjalannya waktu si pelaku mulai melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu," jelas Tambunan.

Seiring berjalannya waktu, pelaku mengajak korban berhubungan badan tepat pada awal 2018. Pelaku mengajak korban dengan cara memakai bahasa isyarat untuk tidak bilang-bilang kepada siapapun.

"Pelaku pada saat pertama kali dia melakukan di rumah. Selanjutnya saat berpapasan di pasar. Dimana saat itu korban melintas melihat korban. Kemudian yang bersangkutan pelaku menarik korban ke dalam pasar dan mengajak melakukan itu. Tapi mengajak bukan dengan kata-kata tapi dengan bahasa isyarat tangan. Termasuk juga untuk tidak menyampaikan hal itu dengan orang lain bahasa isyarat dengan mulut bibirnya," ungkap Tambunan

Dijelaskan Tambunan, hubungan pelaku dengan korban tidak ada hubungan keluarga. Kebetulan si korban ini tidak ada perhatian dari pihak keluarga. Kemudian di pungut oleh kepala desa kemudian mereka tinggal di sittu selama mulai korban usia 9 tahun di asuh oleh kepala desa.

"Jadi keterangan pelaku lakukan dua kali. Pertama di rumah dan di pasar. Dari 10 tahun yang lalu lah. Sekarang usianya sudah 19 tahun. Itu si korban. Jadi perbuatan yang dilakukan si pelaku hingga korban sudah hamil dan sudah melahirkan. Jadi anaknya sekarang itu usia tiga bulan. Jadi hasil pemeriksaan DNA identik mengarah kepada dengan yang bersangkutan," ungkap Tambunan.

 sd

Dihadapan polisi, pelaku mengaku pertama kali mengenal korban sejak sejak masih kecil usia sembilan tahun.

"Saya khilaf pak. Ya nafsu juga. Satu kali, satu kali di pasar, anak itu sama saya tinggal. Saya pelihara. Saya tarik saja tangannya korban tidak melawan terus saya kasih contoh saja kode. Isyarat tangan tidak usah sampaikan ke orang," kata pelaku.

Persangkaan yang dikenakan terhadap tersangka Makku yakni pasal 285 KHUP Junto Pasal 286 KHUP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini