PEKANBARU - Harimau Sumatera yang terkena jerat di kawasan lindung Restorasi Ekosistem Riau (RER) di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau masih dalam penanganan medis.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan bahwa harimau jantan dewasa itu merajuk saat berada di pusat rehabilitasi. "Harimau yang kena jerat di Pelalawan itu merajuk karena masalah air," kata Menteri LHK di Pekanbaru, Riau Minggu (31/3/2019).
Baca juga: Penjaga Hutan dan Harimau Liar 3 Hari Terjerat dalam Perangkap yang Dipasang Pemburu
Harimau liar itu saat ini berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD), Provinsi Sumatera Barat. Kaki harimau jantan mengalami luka yang cukup karena terkena jerat dari baja oleh pemburu.
Siti menjelaskan, bahwa karena situasi ini, tim terpadu melakukan pencaharian penyebab harimau ngambek, tidak mau minum dan mandi. Setelah lama ditelusuri penyebabnya harimau hanya mau minum dari areal gambut.