Baca juga: Empat Sikap Nabi Muhammad kepada Tawanan Perang yang Patut Dicontoh
Relasi Hindu dan Islam di Kampung Sindu, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatu, menjadi contoh praktik kerukunan yang dipilih di Gianyar. Sejarah panjang relasi ini telah menghasilkan kesadaran tentang hidup bersama dan bangunan kearifan lokal yang khas, seperti metulungan (tolong menolong), menyamabraya (ikatan persaudaraan, kekerabatan), ngejot (saling memberikan hantaran saat upacara keagamaan), dan ngayah (kerja sosial desa). Secara esensial, bangunan kearifan lokal itu menjadi fondasi kerukunan dalam relasi antara umat Hindu dengan umat Islam.
Pendayagunaan kearifan lokal menjadi perhatian utama dalam melihat praktik kerukunan di Kota Kupang. Masyarakat NTT secara umum masih kuat dipengaruhi oleh warisan nilai, peraturan, dan hukum adat leluhur, serta tradisi masa lalu, sehingga memiliki variasi kearifan lokal relatif kaya dan beragam.
![]()
Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih hidup di Kupang adalah “budaya kekerabatan” (kinship culture) yang terbangun dengan basis rumah adat (house-based society).
Baca juga: Cerita Ustaz Abdul Somad Tertipu Seorang Pemuda: Casingnya Setan Isinya Malaikat