nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Penyebab Banjir Bandang Sentani yang Telan 112 Korban Jiwa

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 01 April 2019 08:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 01 340 2037583 ini-penyebab-banjir-bandang-sentani-yang-telan-112-korban-jiwa-qw50b0Vv4P.jpeg Dampak banjir bandang di Sentani. (Foto: Feby Novalius/Okezone)

SENTANI – Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan salah satu analisis penyebab banjir bandang Sentani yang menelan 112 korban jiwa. Dilaporkan telah terjadi alih fungsi lahan yang membuat daya serap air di sungai tidak mampu menampung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, air dari hulu atau Gunung Cycloops seharusnya mengalir ke salah satu sungai seperti Dobokurung dan terus ke hilir. Akan tetapi saat terjadi bandang, air dari pengunungan justru meluap ke permukiman warga karena ternyata terjadi perubahan lanskap.

(Baca juga: Transisi Darurat Pemulihan Sentani Pasca-Banjir Bandang yang Menewaskan 112 Orang)

Banjir bandang Sentani. (Foto: Feby Novalius/Okezone)

"Tempat berdiri kita sekarang dulu bukit yang memanjang sampai ke hilir sehingga dia bisa menahan aliran sungai. Nah, pada saat dibangun perumahan, ini menurut informasi bukitnya diratakan. Jadi begitu ada banjir yang besar, dia meluap," ujar Basuki di kawasan Doyo Baru, Sungai Dobokurung, Sentani, Papua, Senin (1/4/2019).

Ia mengatakan, banjir bandang di Jayapura memang kerap terjadi sekira lima atau enam tahun. Namun, banjir bandang tahun ini menjadi yang terbesar karena menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak.

"Kami akan coba buatkan analisis, karena selain perumahan di hulu yang memakan korban banyak, di hilir masih ada permukiman padat. Jadi, kami akan amankan juga," tutur Basuki.

(Baca juga: BNPB: Kerugian Banjir Bandang di Sentani Capai Rp454 Miliar)

Banjir bandang Sentani. (Foto: Feby Novalius/Okezone)

Berikut ini data sementara kerusakan fisik akibat banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

- 2.287 rumah rusak

- 59 sekolah

- 5 jembatan

- 2 gereja

- 3 kantor pemerintahan

- 104 ruko rusak berat

- 1 pasar rusak berat

- 1 puskesmas rusak berat

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini