nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konvoi Sambil Bawa Parang, 6 Pelajar Ditangkap Polisi

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Senin 01 April 2019 04:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 01 510 2037527 konvoi-sambil-bawa-parang-6-pelajar-ditangkap-polisi-Ul9O23hjF1.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

YOGYAKARTA - Enam pelajar diamankan Polisi setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam), Minggu (31/03/2019). Gerombolan ini sempat membuang parang yang mereka bawa saat petugas mengejarnya di kawasan Wirobrajan Yogyakarta. Diduga kawanan remaja tersebut hendak bikin onar dan melakukan aksi klitih.

Para remaja yang ditangkap yakni Tit (17) warga Ngemplak, Ars (16) warga Minggir, Feb (16) warga Danurejan, Din (15) warga Gedongtengen, Ran (15) dan Alf (16) keduanya warga Gondomanan. Mereka berkonvoi di jalanan dengan berboncengan menggunakan tiga sepeda motor.

Kasubag Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Sartono mengungkapkan grombolan remaja tersebut ditangkap anggota Satuan Sabhara yang tengah melakukan patroli. Saat menyisir kawasan Wirobrajan petugas mencurigai gerombolan remaja yang tengah beriringan mengendarai motor.

 sd

Saat hendak didekati, kawanan ini malah memacu motor dan menjatuhkan parang yang dibawanya. Polisi segera memburu gerombolan ini dan aksi kejar-kejaran sempat terjadi, hingga petugas akhirnya berhasil menangkapnya.

"Anggota segera melakukan penggeledahan di tempat dan beberapa barang bukti ditemukan. Mereka segera diamankan dan kami bawa ke makopolresta," ungkap Sartono.

Selain parang, Polisi juga menemukan batu yang dibawa kelompok ini. Sementara tiga unit sepeda motor masing-masing Honda Scopy AB-5038-DZ, Honda Vario AB-2635-XH dan Honda Beat AB-4165-XK turut diamankan sebagai barang bukti.

 ssd

Dari pemeriksaan sementara, senjata tajam jenis parang yang sempat dibuang tersebut diduga milik Feb. Hingga kini keenam remaja masih diamankan untuk dimintai keterangan.

"Masih berada di sini karena terus dimintai keterangan. Besok pagi (Senin, 01/04/2019) baru bisa diketahui hasil penyelidikan seperti apa," tegas Sartono.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini