Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan Bulog Firmansyah mengatakan, tahun ini Bulog menargetkan menyerap 1,8 juta ton gabah dan beras dari petani. Sampai 31 Maret 2019, jumlah serapan baru mencapai 60 ribu ton. Meski masih jauh dari target, pihaknya optimistis target akan tercapai.
“Nanti pas panen raya pasti akan meningkat. Tugas Bulog menyerap dengan maksimal hasil panen petani sesuai Inpres 5/2015,” ungkapnya.
Pada masa panen ini, Bulog menyerap gabah dan beras petani untuk menjaga harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah HPP.
Membaca Trend Angka NTP
Sementara itu, menanggapi rilis data NTP BPS per Maret 2019, Mentan Amran Sulaiman mengingatkan nilai tukar petani dan nilai tukar usaha pertanian tidak bisa dibaca dari perubahan setiap bulannya, melainkan per tahun.
"Terkadang ada orang membaca per bulan. Sedangkan pertanian terutama pangan bersifat musiman, sehingga berfluktuasi antar bulan. Semestinya analisisnya dalam kurun waktu panjang sehingga bisa menggambarkan kondisi pertanian secara utuh,” kata Amran di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin 1 April 2019.