Adapun saat ditanya soal turunya harga gabah, Endang mengatakan bahwa kondisi ini sebaiknya dilihat secara obyektif. Misalnya, kata dia, tingkat produksi yang tinggi bisa menjadi indikator sejauh mana kesejahteraan petani berdasarkan nilai tukarnya.
Disisi lain, pencapaian pemerintah dalam meningkatkan produksi berdampak pada naiknya skala ekspor. Kenaikan ini rupanya menuai banyak pujian dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesian, Rosan P Roeslandi.
Rosan mengapresiasi capaian ekspor komoditas pertanian Indonesia sesuai data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun data yang disebut Rosan mencatat adanya skala ekspor komoditas perdagangan pertanian pada April ini yang mencapai 6,11 persen (month on month) dan 7,38 persen (year on year).
Menurut dia, capaian tersebut menandakan bukti keseriusan Mentan Amran Sulaiman untuk mengoptimalkan potensi alam Indonesia selama empat tahun terakhir.
"Harus diapresiasi perhatian Mentan Amran Sulaiman tehadap kemampuan sumber daya alam kita. Beliau serius mengelolanya untuk ekonomi bangsa," ujarnya.
Rosan menilai, meroketnya angka ekspor komoditas pertanian di era Amran juga tak lepas dari kepedulian dan keinginannya bersinergi dengan kalangan pengusaha.