nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditahan Polisi, Mantan Wagub Bali Sudikerta: Saya Ingin Tanggung Jawab

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 21:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 04 244 2039209 ditahan-polisi-mantan-wagub-bali-sudikerta-saya-ingin-tanggung-jawab-NZwT3ouHlp.jpg Mantan Wagub Bali Sudikerta

BALI - Pascapenangkapan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, mantan Wagub Bali Ketut Sudikerta langsung ditahan petugas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Penahanan Sudikerta ini pun dibenarkan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Hengky Widjaja.

Terkait penahanannya, Sudikerta mengaku tidak diam-diam ke luar Bali, karena sebelumnya yakni pada Senin 1 April 2019, sudah mengajukan penundaan pemeriksaan lanjutan di Polda Bali. Sudikerta mengaku dia bukan bermaksud kabur ke luar negeri, tapi hendak ke Jakarta untuk menyelesaikan kasusnya dengan investor.

Ia pun membantah kalau diamankan di terminal keberangkatan Bandara Ngurah Rai. "Saya bukan bermaksud kabur ke luar negeri, untuk apa kabur? Saya justru ingin tanggung jawab," tegasnya.

Ditanya mengenai alasan polisi menahannya, Sudikerta mengaku, lantaran dirinya tidak dapat diperiksa pada Kamis. "Saya kan sudah mengajukan penundaan pemeriksaan ke polisi untuk menyelesaikan masalah, lalu kenapa saya ditahan?" kata dia.

Sudikerta juga mengaku bahwa dia rencananya ditahan di Polda Bali hingga 23 April mendatang. Artinya, ia akan ditahan hingga enam hari pascapemilu.

(Baca Juga: Mantan Wagub Bali Sudikerta Ditangkap di Bandara Ngurah Rai)

Sebelumnya 3 Desember 2018, Polda Bali telah mencekal mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta ke luar negeri, karena dia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp150 miliar yang dilaporkan korban dari PT Maspion Grup.

"Sudah pasti tersangka ya tidak boleh keluar negeri, meskipun tersangka belum dilakukan penangkapan dan penahanan oleh kepolisian," kata Direktur Reskrimsus Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Yuliar Kus Nugroho.

Mereka menegaskan, penetapan cegah-tangkal terhadap Sudikerta dikeluarkan Polda Bali berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan Subdit II Ditrekrimsus tertanggal 30 November 2019.

Alat bukti yang kuat menetapkan tersangka Sudikerta sebagai tersangka yakni 26 dokumen hasil penyidikan di laboratorium forensik, di antaranya surat SHM palsu dan sertifikat tanah palsu yang dijual tersangka kepada pihak Maspion, bilyet giro, cek, enam lembar rekening koran BCA, empat lembar slip penarikan, telefon genggam, dan 24 saksi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini