nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap 2 Begal Bersenjata Tak Jauh dari Gedung DPR

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 06 April 2019 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 06 338 2039843 polisi-tangkap-2-begal-bersenjata-tak-jauh-dari-gedung-dpr-ESMRyQHpiY.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Menjelang hari pencoblosan pemilu serentak yang jatuh pada 17 April 2019, wilayah Jakarta Pusat malah dihantui aksi kekerasan di jalanan.

Sebelumnya, telah dilaporkan adanya penyerangan yang dilakukan segelintir pemuda di Jalan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, beruntung para pemuda pengacau itu berhasil diamankan polisi.

Namun, baru-baru ini petugas kepolisian dari Polsek Metro Tanah Abang kembali mengamankan dua pemuda yang berniat akan menodong mangsanya. Keduanya, diamankan tidak jauh dari Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta.

"Kami mengamankan dua pelaku berinisial FY (22) dan AS (19). Kita amankan di Kolong Jembatan Slipi, Kelurahan Gelora, Tanah Abang," kata Kapolsek Tanah Abang, Lukman Cahyono, Sabtu (6/4/2019).

(Baca Juga: Jadi Begal Motor, Sekdes di Sumsel Diciduk Polisi

Begal motor

Lukman menceritakan, sebenarnya dari penangkapan tersebut ada satu pelaku yang berhasil kabur dari sergapan anggotanya.

"Saat anggota kami sedang melaksanakan observasi wilayah telah melihat 1 unit sepda motor yang ditumpangi oleh tiga orang yang mana pada bagian belakang sepeda motor tersebut tidak ada plat nomor," ujarnya.

Melihat ada yang tidak beres, pihak kepolisian menghentikan laju motor tersebut. Namun sayang, pengemudinya berhasil melarikan diri sedangkan FY dan AS yang bonceng berhasil ditangkap.

"Setelah dilakukan penggeledahan, pihaknya berhasil ditemukan sebilah sajam berupa golok yang diselipkan pada perut bagian depan, kemudian ditemukan sebilah celurit yang diselipkan pada perut bagian depan," ucapnya.

(Baca Juga: Polisi Tangkap 3 Pelaku Begal yang Menewaskan Pengendara Motor di Daan Mogot

Begal

Menurut pengakuan para pelaku, membawa senjata tajam tersebut akan digunakan nodong. "Buat nodong, sasaran korban yang membawa handphone," ujarnya.

Akibat perbuatannya, keduanya akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini