nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Merapi Luncurkan Dua Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Gendol

Antara, Jurnalis · Senin 08 April 2019 10:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 08 510 2040402 gunung-merapi-luncurkan-dua-guguran-lava-pijar-ke-arah-kali-gendol-qEJjWKlSZ8.jpg Ilustrasi Gunung Merapi. (Foto: @BPPTKG)

YOGYAKARTA Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan dua guguran lava pijar ke arah Kali Gendol pada hari ini. Hal tersebut sebagaimana dilaporkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Mengutip dari Antaranews, Senin (8/4/2019), Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya mengatakan guguran lava yang terpantau melalui kamera CCTV periode pengamatan pukul 00.00–00.06 WIB memiliki jarak luncur 400–500 meter.

Selain guguran lava, menurut dia, pada periode itu BPPTKG juga mencatat 10 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–23 mm selama 27–89 detik, dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3–7 mm selama 9,4–13,5 detik.

(Baca juga: Merapi hingga Kamis Pagi Mengalami 6 Kali Gempa Guguran)

Sementara hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udaranya 17–21 derajat Celsius dan kelembapan udara 56–90 persen dan tekanan udara 568–708 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

(Baca juga: Gunung Merapi 2 Kali Semburkan Awan Panas Siang Ini, Jarak Luncurnya 1.000 Meter)

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini