nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadirkan Tokoh Lintas Agama, Forum Titik Temu Ajak Umat Tolak Intoleransi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 15:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 10 18 2041600 hadirkan-tokoh-lintas-agama-forum-titik-temu-ajak-umat-tolak-intoleransi-SrFC8DNzSq.jpg Para tokoh yang hadir dalam acara Titik Temu di Hotel Shangrila, Jakarta. Foto: Okezone/Rahman Asmardika

JAKARTA – Merespons semakin menguatnya intoleransi, kasus-kasus kekerasan dan persekusi yang mengatasnamakan agama di Indonesia, Nurcholis Madjid Society bekerja sama dengan Wahid Foundation, Maarif Institute, Jaringan Gusdurian dan Yayasan Terang Surabaya menggelar acara diskusi Forum Titik Temu bertajuk “Persaudaraan Insani, Hidup Damai, dan Hidup Berdampingan” di Hotel Ritz Carlton, Jakarta pada Rabu, 10 Maret 2019.

Acara ini merupakan tindak lanjut, upaya meneruskan seruan dari Dokumen Persaudaraan Insani yang dideklarasikan pada pertemuan antara Pemimpin Umat Katolik Dunia, Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al Azhar Sayyed Ahmed al Tayyeb dan sekira 400 pemuka agama dunia di Abu Dhabi pada 4 Februari lalu.

Dokumen Persaudaraan Insani tersebut mengingatkan umat manusia di seluruh dunia untuk selalu menjalin persahabatan, persaudaraan, saling menghormati dan tidak mempolitisasi agama demi kepentingan politik praktis.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam Dokumen Persaudaraan Insani, Forum Titik Temu bertujuan memperkuat persaudaraan dan perdamaian, mengajak seluruh umat manusia untuk mengecam segala bentuk teror, ekstremisme serta semua hal yang merusak harmoni dan kedamaian kehidupan bersama.

Foto/Okezone

Forum Titik Temu menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama terkemuka sebagai narasumber si antaranya Pendiri Maarif Institute, Ahmad Syafii Maarif, dua tokoh perempuan; istri dari KH Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan istri dari KH Nucholish Madjid.

Kemudian Omi Komaria Madjid; tokoh Hak Asasi Manusia, HS Dillon; Pemuka Umat Buddha, Banthe Dammasubho; Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo; Anggota Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Pancasila Sudhamek AWS dan belasan tokoh lainnya.

Mereka menyampaikan pandangan mereka terhadap deklarasi Dokumen Persaudaraan Insani dan pesan mereka bagi umat manusia di Indonesia.

“Forum ini lahir karena keprihatinan kami bersama, baik sebagai bangsa Indonesia maupun warga dunia. Keprihatinan atas situasi toleransi eksklusivisme beragama, terorisme, ujaran kebencian, merebaknya hoaks, dan fitnah serta politik aliran yang semakin menguat,” kata Ketua Nurcholish Madjid Society di Hotel Ritz Carlton, Rabu (10/4/2019).

Koordinator Jaringan Nasional Gusdurian, Alissa Wahid mengatakan bahwa Forum Titik Temu penting untuk menjelaskan mengenai masalah terbesar yang dihadapi Indonesia, yaitu kebencian karena perbedaan.

“Di era dunia mengglobal ini, kita tidak dapat menghindari keberagaman dalam hidup bersama. Kebencian antar kelompok akan membawa kehancuran dan harus kita atasi dengan membangun jembatan-jembatan persaudaraan, dengan terus memupuk kepercayaan dan toleransi antar sesama. Selalu ada ruang hidup bersama dalam persatuan dan kedamaian,” jelasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini