nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Audrey

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 18:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 10 340 2041705 polisi-periksa-3-saksi-terkait-kasus-audrey-3t9D4aLfiu.jpg Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pihak kepolisian sudah memeriksa terhadap tiga orang saksi terkait kasus kekerasan yang dialami siswi SMP berusia 14 tahun bernama Audrey.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyatakan status kasus yang diduga terdapat kekerasan itu juga telah dinaikan dari sidik menjadi lidik.

Namun, polisi belum memberikan status tersangka kepada para terlapor karena harus berhati-hati mendalami kasus yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.

"Ada tiga orang saksi yang dikenal korban, hari ini dimintai keterangan. Ibu korban juga sudah dimintai keterangan, tapi korban belum bisa dimintai keterangan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Sejauh ini, kata Dedi audah ada tiga terlapor yang ketiganya merupakan anak di bawah umur. Maka dari itu pihak kepolisian juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak (KPAI).

"Terlapor ada tiga, yaitu F, T dan M. Mereka semua berumur 17 tahun," beber Dedi.

Audrey

Baca Juga: Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Audrey, Ketua Komisi VIII DPR: Kalau Perlu Hukuman Mati

Dedi menekankan jika ketiga terlapor dari setu sekolah yang sama. Diduga ketiganya melakukan penganiayaan terhadap Audrey dengan tangan kosong namun menimbulkan luka yang cukup parah.

“Rencananya penyidik akan meminta visum kepada pihak rumah sakit tempat korban A dirawat untuk proses penyidikan," ungkap Dedi.

Sejauh ini, kata Dedi, sendiri pihak kepolisian juga memberikan pendampingan dari psikolog Polda Kalbar untuk melakukan trauma healing kepada korban. Pasalnya kondisi Audrey masih dalam keadaan trauma dan luka di beberapa bagian tubuh sehingga masih perlu perawatan intensif.

“Memang secara yuridis harus gitu. Harus ada pendampingan terhadap anak yang punya masalah kusus itu gitu,” kata Dedi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini