nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Penganiayaan: Kami Tak Pernah Mengeroyok dan Melukai Alat Vital Audrey

Dina Prihatini, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 10 340 2041739 pelaku-penganiayaan-kami-tak-pernah-mengeroyok-dan-melukai-alat-vital-audrey-1uDr4iChrX.jpg Ilustrasi.

PONTIANAK - Dari 12 siswi SMA yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswi SMP, Audrey (AU), tujuh di antaranya meminta maaf dan melakukan klarifikasi di sela-sela pemeriksaan yang dilakukan Polresta Pontianak.

Ketujuh terduga pelaku penganiayaan, Cc, De, LL, EC, TR, BN, dan DA masing-masing mengutarakan permohonan maafnya kepada korban penganiayaan, Audrey dan keluarga, termasuk para netizen.

Salah satu terduga pelaku meminta maaf dan menyesal atas perbuatannya. "Saya minta maaf atas yang terjadi, tapi kami tidak mengeroyok, masalah menusuk alat vital Audrey tidak pernah saya menyolok alat vital Audrey. Tolong Netizen jangan menghakimi karena kami tidak melakukan hal seperti itu," ungkap LL, sembari menangis di Polresta Pontianak, Rabu (10/4/2019).

Dia mengaku berkelahi dengan Audrey, namun sama sekali tidak pernah melakukan hal tidak senonoh seperti menyolok alat kelamin korban. "Tidak ada niat sama sekali, malah kami tahu dari netizen, sementara kami tidak pernah melakukan yang dituduhkan. Atas pemberitaan yang tidak benar di media sosial kami dibilang psikopat dan penjahat kelamin," ujarnya.

Ilustrasi.

Menurutnya, dia kesal karena Audrey dianggapnya telah melecehkan dirinya dan almarhumah mamanya. "Kalau untuk saya, (Audrey) suka ngomongin saya, masih saya diamkan, tapi ini selalu menyebut nama almarhumah mama saya karena pernah berhutang, meski telah dibayar," kata dia sembari sesenggukan.

(Baca juga: Soal Audrey, Jokowi Perintahkan Kapolri Bertindak Tegas)

Salah satu terduga pelaku bahkan mengaku jadi korban bullying para netizen akibat pemberitaan di media sosial yang disebutnya ‘sama sekali tidak benar’. "Kami saat di Taman Akcaya memang berdua belas, tapi saat di Informa kami cuma berempat, banyak yang hanya melihat dan tidak mengeroyok, hanya tiga yang berkelahi langsung dengan Audrey," ujarnya lagi.

Salah satu dari ketujuh terduga tersangka penganiayaan juga meminta maaf dan mengaku menyesal dan prihatin atas perlakuan mereka ke Audrey.

"Tapi harus diketahui saya juga menjadi korban, karena saya bukan pelaku, karena saya dituduh pelaku, padahal saya tidak ada di lokasi. Saya bingung saya dituduh menjadi provokator dan saya tidak ada di tempat tersebut, dan saya diancam mau dibunuh dan ditusuk dan ditelefon terus sampai sekarang masih. Saya mohon untuk netizen berhenti menghakimi kami," katanya juga sambil menangis.

Anggota KPPAD Kalbar, Alik Rosyid yang mendampingi ketujuh siswi mengatakan, akan terus mengawal kedua belas anak yang menjadi terduga pelaku. Pasalnya, mereka mengalami depresi atau mengalami tekanan mental.

“Kami sudah menyerahkan semua ke kepolisian dan kita menunggu hasilnya hingga kasus ini selesai, terutama lanjutan bagaimana anak-anak ini kita dampingi dan diberikan bantuan psikolog," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini