nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Perempuan yang Menikah dan Hidup Bersama Seorang Pembunuh

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 19:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 11 18 2042210 cerita-perempuan-yang-menikah-dan-hidup-bersama-seorang-pembunuh-T4abjYlNoF.jpg Sammy dan Stepen Mellor. Foto/Daily Mail

PRESTON - Seorang perempuan mengaku telah menikahi dan hidup bersama terpidana kasus pembunuhan serta memiliki empat anak.

Sammy Mellor yang kini berusia 29 tahun berasal dari Preston, Inggris. Ia berusia 19 tahun dan bekerja sebagai pelayan bar ketika bertemu suaminya, Stephen Mellor yang kini berusia 41 tahun.

Para pelanggan yang melihat pria itu saling berbisik mengenai kisah Stephen, tapi Sammy tidak peduli dan meminta nomor teleponnya.

Keduanya kencan beberapa kali lalu resmi pacaran. Pasangan itu akhirnya menikah dan memiliki empat anak dan saeorang anak Stephen sebelum mereka menikah.

"Aku tidak pernah terganggu oleh masa lalunya," kata Sammy mengutip Daily Mail.

“Saya yakin setiap orang harus diberi kesempatan untuk berubah. Tidak ada yang membuat saya waspada terhadap Stephen. Dia adalah salah satu orang paling baik yang pernah saya temui.”

Foto/Daily Mail

Sammy menceritakan bahwa setiap orang yang pertama kali melihat suaminya, selalu menanyakan mengapa dia membunuh.

"Ketika Stephen berkunjung ke rumah, orang-orang membicarakannya, bagaimana dia terlibat dalam pembunuhan itu," jelas Sammy. "Tapi kesan pertamaku tentang dia adalah dia pemalu, dan cukup tampan."

Stephen dikeluarkan dari sekolah pada usia 13 tahun lalu menjadi anggota geng. Dia beberapa kali masuk penjara.

BacaKakek 76 Tahun Tewas Dibunuh Istrinya karena Sering KDRT

BacaPerut Tikus Ini Berisi Ponsel dan Narkoba

Dia telah menggigit hidung dan telinga korbannya saat dia berusia 17. Dia sudah memakai ekstasi dan heroin.

Stephen juga menceritakan bahwa gengnya terlibat dalam perang wilayah dengan pedagang lain yang dipimpin oleh John Dookie (22).

Foto/Daily Mail

Ketika persaingan makin memanas, pada 14 Februari 1997, Stephen berniat bertemu Dookie. Namun teman Stephen, Anthony Kirk membawa pisau. Selama pertemuan, Dookie ditikam di perut dan dipukuli habis-habisan.

Stephen mencoba memanggil polisi, tetapi korban meninggal dua hari kemudian.

Stephen dihukum karena pembunuhan dan dijatuhi hukuman seumur hidup, meski dia bukan yang melakukan penusukan.

"Stephen membenci apa yang terjadi malam itu, dan dia merasa dia tidak punya jalan keluar dari kehidupan yang dijalaninya," kata Sammy.

“Dia memberi tahu saya bahwa dia mencoba membantu orang yang meninggal.”

Meskipun masa lalu suaminya kelam, Sammy memuji Stephen karena bersikap romantis. "Dia biasa membelikanku bunga setiap akhir pekan dan buah setiap Rabu karena ada pasar petani tempat dia bekerja," jelas Sammy.

Saat ini Stephen mulai bekerja di The Timpson Foundation, yang bertujuan membantu mengintegrasikan mantan narapidana ke masyarakat.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini