nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dengarkan Saksi Pendemo, Ratna Sarumpaet Minta Maaf Lagi karena Berbohong

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 14:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 11 337 2042024 dengarkan-saksi-pendemo-ratna-sarumpaet-minta-maaf-lagi-karena-berbohong-rRcQmDfQZa.jpg Sidang Ratna Sarumpaet (Foto: Okezone)

JAKARTA - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada dua orang saksi pendemo. Ungkapan permohonan maaf Ratna dilontarkannya usai mendengarkan keterangan dari saksi.

Awalnya setelah mendapat keterangan dari saksi demo yakni jendral lapangan aksi solidaritas mahasiswa untuk Ratna Sarumpaet Harjono dan Chaerullah, majelis hakim menanyakan kepada Ratna apa ada yang ingin ditanggapi dari keterangan saksi.

"Saya meminta maaf ke kalian, aku membuat kalian kecewa, kakak memang bohong, kakak memohon maaf soal itu," kata Ratna saat memberikan tanggapan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Mudah-mudahan sampai akhir hidup saya saya akan tetap menjadi aktivis karena aktivis tidak mungkin korupsi, tidak mungkin kena suap, maaf sekali lagi," sambungnya.

Ratna Sarumpaet

Baca Juga: Majelis Hakim Kembali Tolak Tahanan Kota Ratna Sarumpaet

Majelis hakim kemudian kembali menanyakan tanggapannya terkait keterangan kedua saksi tersebut kepada Ratna. Ia kemudian menjawab bahwa itu tidak berhubungan dengan dirinya.

"Keterangannya sendiri bagaimana?," tanya hakim

"Kan saya enggak ada hubungannya," jawab Ratna.

Adapun kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini