nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Pelaku Tewas dalam Aksi Perampokan Nekat di Bandara Albania

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 20:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 12 18 2042788 seorang-pelaku-tewas-dalam-aksi-perampokan-nekat-di-bandara-albania-CCybrjgGgg.jpg Foto: AFP.

TIRANA - Empat orang telah ditangkap dan 40 lainnya diperiksa menyusul sebuah upaya perampokan nekat yang dilakukan di siang hari bolong di bandara Tirana, Albania. Seorang pelaku tewas dalam baku tembak dengan kepolisian Albania.

Diwartakan RT, Jumat (12/4/2019), kelompok bersenjata yang berpakaian seragam militer menyerbu landasan pacu di Bandara Mother Teresa Tirana pada Selasa dan mengancam para penangan bagasi sebelum terlibat dalam baku tembak dan pengejaran berkecepatan tinggi dengan polisi. Seorang pria bersenjata yang diidentifikasi sebagai Admir Murataj, tewas selama baku tembak itu. Dia telah menjadi buronan sejak melarikan diri dari penjara di Yunani pada 2013.

Laporan awal menyebutkan uang sebesar € 2,5 juta (sekira Rp39,8 miliar) telah dicuri dalam insiden itu, tetapi media lokal mengklaim angka itu kemungkinan mencapai € 10 juta (sekira Rp159 miliar). Uang itu akan dikirim ke Wina dengan pesawat Austria Airlines karena bank sentral Albania tidak menerima setoran mata uang keras sebesar itu dari bank asing yang beroperasi di negara itu.

Polisi dilaporkan menemukan sisa-sisa tiga kendaraan yang terbakar yang digunakan dalam pencurian itu di tiga lokasi terpisah. Meski ada penumpang yang berada di dalam pesawat pada saat perampokan terjadi, tidak ada cedera yang dilaporkan dan pesawat akhirnya lepas landas setelah penundaan selama tiga jam.

Boarding baru saja terjadi. Tidak pernah ada bahaya bagi awak dan penumpang, ” kata juru bicara Austrian Airlines Tanja Gruber dalam sebuah pernyataan.

China Everbright, perusahaan berbasis di Hong Kong yang mengelola bandara itu telah menerima kritik dari anggota parlemen Albania termasuk Menteri Dalam Negeri Sander Lleshaj terkait kejadian ini. Lleshaj mengatakan bahwa "mekanisme keamanan, yang berada di bawah tanggung jawab konsesi (bandara), belum berfungsi."

Namun, China Everbright mengatakan bahwa pihak keamanan Albania juga memiliki tanggungjawab terkait perampokan tersebut.

“Bandara itu bukan milik orang China. Itu milik semua warga Albania, itu adalah bagian dari wilayah Albania dan secara hukum dilindungi oleh polisi negara,” kata China Everbright dalam pernyataannya.

Sebagai tindakan pencegahan, transfer tunai semacam ini antara Tirana dan Wina telah ditangguhkan untuk saat ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini