TKN Sebut PKH Efektif Turunkan Angka Kemiskinan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 14:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 12 605 2042500 tkn-sebut-pkh-efektif-turunkan-angka-kemiskinan-6jmZWZePw8.jpg Influencer TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Mukhamad Misbakhun (foto: ist)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) sangat efektif menurunkan angka kemiskinan. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) September 2018, angka kemiskinan turun menjadi 9,66 persen. Program ini diklaim sebagai jurus jitu Presiden Jokowi.

"Angka 9,66 persen ini secara akumulatif jumlah penduduk miskinnya itu dari 27 juta menjadi sekitar 25 juta. Artinya jumlah penduduknya bertambah tapi secara akumulatif mengalami penurunan jumlah masyarakat miskin," kata Influencer TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Mukhamad Misbakhun melalui keterangan pers yang diterima, Jumat (12/4/2019).

 

Menurut Anggota Komisi XI DPR ini, banyak program yang telah digulirkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, seperti penyediaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran, termasuk conditional cash transfer seperti PKH.

PKH, kata politikus Golkar itu, merupakan program yang dianggap berhasil dan diakui oleh banyak pihak, termasuk Bank Dunia. "Program conditional cash transfer Indonesia itu termasuk yang mendapat penghargaan dari Bank Dunia sebagai upaya mengatasi kemiskinan yang sangat signifikan," ujarnya.

Misbakhun menuturkan, dalam PKH terdapat skenario ganda untuk membantu keluarga miskin sekaligus memaksa anak-anak mereka tetap sekolah sehingga indikator indeks pembangunan manusianya juga meningkat.

"Kemudian pelayanan kesehatan, bagaimana mengatasi stunting dan sebagainya sehingga dari sisi pelayanan kesehatan juga naik. Sehingga mau tidak mau PKH ini juga salah satu pendorong," jelas dia.

Menurut Misbakhun, program PKH merupakan bentuk keberpihakan Jokowi kepada wong cilik. Pemerintah bergerak mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan terus membangun pemerataan. Pertumbuhan ekonomi 5,17 persen itu, kata dia, dalam rangka pemerataan terhadap seluruh masyarakat.

"Program ekonomi Pak Jokowi ini berpihak pada masyarakat sehingga kemiskinan bisa diatasi. Pertumbuhan pada kisaran 5 persen itu diikuti dengan pemerataan. Affirmative action, keberpihakan itu ditegaskan dalam bentuk belanja sosial yang sangat signifikan. Bagaimana mengangkat derajat masyarakat bawah itu tetap bisa melakukan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari dengan kehadiran negara,” papar dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini