Debat Pamungkas Pilpres 2019: Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Adu Gagasan soal Ekonomi Syariah

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 21:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 13 605 2043224 debat-pamungkas-pilpres-2019-jokowi-ma-ruf-dan-prabowo-sandi-adu-gagasan-soal-ekonomi-syariah-S5WrezFLjF.jpg Ilustrasi Debat Pilpres Jokowi dan Prabowo (foto: Okezone)

JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki gagasan tersendiri mengenai ekonomi syariah.

KH Ma'ruf Amin menjelaskan, saat ini Indonesia sudah membentuk komite nasional keuangan syariah yang diketuai langsung oleh Jokowi. Dia pun menerangkan, strategi ke depan mengenai perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air.

Baca Juga: Jokowi: Perlu Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Pertanian dan Perikanan Secara Online 

"Ini menjadi Indonesia islamic finance center. Kemudian juga bentuk pelayanan dan produk-produk supaya lebik market friendly. Kami ingin mendorong industri halal dan akan terus distimulus. Standar halal juga sudah mendunia," ucap Ma'ruf saat Debat Kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, pada Sabtu (13/4/2019).

Dia juga menjelaskan, Indonesia sudah lama membangun produk halal dan banyak hasil yang dicapai. "Karena itu apabila dimungkinkam nanti akan membentuk badan perkembangan ekonimi syariah," sambung Ma'ruf. 

 

Menambahkan, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia punya kekuatan besar di ekonomi syariah.

"Sekarang Indonesia. Kita akan membuka halal park di Jakarta," ucap Jokowi.

Sementara Cawapres Nomor Urut 02, Sandiaga Uno menerangkan, penguatan usaha syariah perlu dikuatkan kembali. Dia mencontohkan, produk network halal Indonesia yang punya potensi untuk ekspor.

"Dengan semangat untuk produk, maka kita bisa perkuat. Jangan selalu dibanjiri impor. Financing dan produksi bisa membuktikan industri halal bukan hanya sertifikat, tetapi bisa memberikan lapangan kerja bagi anak-anak muda. Itu memang peluang potensi-potensi itu," urai Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga juga menyinggung soal penguatan bank syariah di Indonesia. "Bank syariah kita harusnya terbesar di ASEAN. Hongkong sudah mengembangkan itu. Tapi di Indonesia pusat syariah tidak terjadi di Ibu Kota. Bersama, kami akan besarkan peluang dan menjadikan Jakarta sebagai pusat keuangan syariah," tutur dia.

Baca Juga: Prabowo Ingin Naikkan Tax Ratio ke 16% Dalam Waktu Singkat, Jokowi: Akan Terjadi Syok Ekonomi 

Sedangkan, Prabowo dalam segmen ini menyinggung soal tabungan jamaah haji. Menurut dia, sekarang ini terjadi suatu keraguan soal pengelolaan dana-dana tersebut.

"Kami ingin untuk membentuk bank tabungan haji di mana nanti potensi itu dikelola secara modern syariah, tapi efisien dan transparan. Dana tersebut bisa bermanfaat untuk umat dan tidak untuk kepentingan lain," kata Prabowo menutup debat segmen tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini